Ekspresi pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi dari Italia saat merayakan kemenangannya di podium usai MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (31/5/2026) waktu setempat. ANTARA
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pembalap Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing dijatuhi sanksi skorsing dan dipastikan tidak dapat mengikuti balapan utama MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Masaryk, Brno, pada Minggu (21/6/2026).
Keputusan tersebut diumumkan oleh laman resmi MotoGP setelah insiden yang melibatkan Bezzecchi dengan marshal sirkuit terjadi pada sesi sprint race sehari sebelumnya.
Dalam dokumen resmi Stewards FIM MotoGP, dijelaskan bahwa tindakan pembalap Italia tersebut dianggap melanggar aturan setelah terjadi kontak dengan petugas lintasan.
“After the crash, you pushed and hit the track marshal who was trying to evacuate your bike,” demikian isi pernyataan Stewards FIM MotoGP yang menjadi dasar pemberian sanksi.
Tindakan tersebut dinilai melanggar Pasal 3.3.2.2 yang berkaitan dengan perilaku yang merugikan kepentingan olahraga, sehingga dianggap sebagai pelanggaran serius dalam regulasi balap dunia.
Setelah melalui sidang klarifikasi dan mendengarkan pembelaan dari Bezzecchi, FIM MotoGP Stewards tetap memutuskan untuk menjatuhkan hukuman skorsing pada balapan utama GP Ceko 2026.
Keputusan tersebut membuat Bezzecchi tidak dapat tampil di race hari Minggu di Brno. Pihak tim masih memiliki hak untuk mengajukan banding dalam waktu satu jam setelah keputusan diumumkan.
Hukuman ini menjadi pukulan berat bagi Bezzecchi yang saat ini memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan koleksi 180 poin. Ia unggul 15 poin dari pembalap Jorge Martin yang berada di posisi kedua.
Performa Bezzecchi sepanjang musim ini terbilang konsisten, dengan catatan kemenangan di beberapa seri penting seperti Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Italia. Absennya di GP Ceko berpotensi memengaruhi persaingan gelar juara dunia musim ini.
Insiden dengan marshal di sesi sprint race Brno menjadi perhatian besar karena menyangkut keselamatan petugas lintasan. FIM menegaskan bahwa keselamatan marshal merupakan bagian penting dari regulasi keselamatan balap MotoGP.
Dengan keputusan ini, MotoGP 2026 kembali diwarnai kontroversi yang dapat berdampak pada persaingan klasemen maupun reputasi para pembalap di lintasan.