Harry Kane Blak-blakan Usai Inggris Tersingkir: Terlalu Bertahan Jadi Awal Petaka Lawan Argentina


 Harry Kane Blak-blakan Usai Inggris Tersingkir: Terlalu Bertahan Jadi Awal Petaka Lawan Argentina Kapten tim nasional Inggris Harry Kane berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Albania pada laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Arena Kombetare, Tirana, Minggu (16/11/2025) waktu setempat. (England Football/Antaranews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 meninggalkan penyesalan mendalam bagi sang kapten, Harry Kane. Menurutnya, The Three Lions justru kehilangan momentum setelah memilih bermain terlalu bertahan usai unggul lebih dulu.

Strategi yang semula diharapkan mampu mengamankan kemenangan justru menjadi bumerang. Argentina berhasil membalikkan keadaan dan memupus mimpi Inggris melangkah ke partai final.

Berbicara seusai pertandingan di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026), Kane mengaku hasil tersebut sangat mengecewakan bagi seluruh pemain, pelatih, hingga para pendukung Inggris.

"Ini mengecewakan untuk tim, staf, dan para suporter. Kami bermain bagus hampir sepanjang pertandingan. Namun, setelah unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan. Di level semifinal seperti ini, itu tidak cukup," ujar Kane seperti dikutip FIFA.

Inggris sebenarnya membuka harapan melalui gol Anthony Gordon. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Argentina bangkit lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang memastikan kemenangan 2-1.

Penyerang Bayern Muenchen tersebut mengaku seluruh skuad telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen. Karena itu, tersingkir dengan cara seperti ini terasa sangat menyakitkan.

"Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Semua pemain telah memberikan darah, keringat, dan air mata. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan," katanya dikutip Antara.

Kane menilai permainan Inggris sebenarnya berjalan sesuai rencana pada babak pertama hingga awal babak kedua. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan banyak bola.

Namun situasi berubah setelah Inggris unggul. Argentina tampil lebih agresif, sementara Inggris justru semakin banyak bertahan sehingga kehilangan kendali pertandingan.

"Setelah kami mencetak gol, entah karena mereka memasukkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan mereka datang bertubi-tubi. Kami terus melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup," tutur Kane.

Meski gagal mencapai final, Kane tetap melihat perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026 sebagai modal penting. Menurutnya, tim semakin matang dan semakin dekat dengan target meraih gelar dunia.

Ia optimistis pengalaman di turnamen ini akan menjadi pelajaran berharga agar Inggris mampu melewati fase-fase krusial pada kompetisi besar berikutnya.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru