Sabtu, 01 Agustus 2026

Infantino Tegaskan Rencana Jual Saham Piala Dunia Hanya Opsi, Bukan Kewajiban


 Infantino Tegaskan Rencana Jual Saham Piala Dunia Hanya Opsi, Bukan Kewajiban Arsip foto Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa wacana pembentukan perusahaan baru yang membuka peluang penjualan saham komersial Piala Dunia bukanlah keputusan yang wajib dijalankan. Menurutnya, gagasan tersebut masih sebatas proposal yang harus melalui proses konsultasi dan persetujuan demokratis dari seluruh anggota FIFA.

Dalam video yang dirilis FIFA dan dikutip dari beIN Sports, Kamis (30/7/2026), Infantino menjelaskan bahwa pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) merupakan sebuah peluang untuk mempercepat pengembangan sepak bola dunia, bukan sebuah kewajiban yang harus diterima oleh setiap asosiasi anggota.

"FIFA Forward Enterprise sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," ujar Infantino.

Membuka Potensi Nilai Komersial

Infantino mengatakan, FIFA melihat masih banyak potensi nilai komersial dari berbagai kompetisi internasional yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, FIFA mengusulkan pembentukan perusahaan khusus yang akan fokus mengelola sisi bisnis berbagai turnamen, termasuk Piala Dunia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut tidak akan berjalan tanpa persetujuan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA melalui mekanisme pemungutan suara, serta persetujuan Dewan FIFA.

Menurutnya, pengelolaan hak-hak komersial membutuhkan keahlian yang berbeda dengan tugas utama FIFA sebagai organisasi yang mengatur dan mengembangkan sepak bola dunia.

"Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan keahlian dan wawasan tambahan yang berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini," katanya dilansir Antara.

Fokus pada Hak Komersial

Apabila disetujui, FIFA Forward Enterprise akan bertanggung jawab mengelola berbagai aspek komersial kompetisi FIFA, mulai dari kerja sama bisnis, hak siar, lisensi, hingga peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan organisasi.

Infantino memastikan seluruh keuntungan yang dihasilkan nantinya akan dikembalikan untuk mendukung pengembangan sepak bola di seluruh dunia melalui 211 asosiasi anggota FIFA.

Menuai Penolakan

Rencana ini sebelumnya memicu perdebatan di kalangan sepak bola internasional. UEFA bersama organisasi Liga-Liga Eropa secara terbuka menolak gagasan penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Mereka berpendapat bahwa Piala Dunia merupakan aset paling berharga dalam dunia sepak bola dan tidak semestinya diperlakukan sebagai komoditas investasi.

Namun, Infantino membantah anggapan bahwa langkah tersebut akan mengubah esensi sepak bola. Ia justru meyakini peningkatan pendanaan akan memberikan manfaat langsung bagi perkembangan sepak bola di berbagai negara.

"Para penggemar di seluruh dunia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi perubahan ini karena akan mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing," ujar Infantino.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru