Roberto Mancini resmi kembali melatih Timnas Italia dengan kontrak empat tahun. (Net)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Roberto Mancini kembali dipercaya menangani Timnas Italia untuk periode kedua. Pelatih berusia 61 tahun itu langsung memasang target tinggi, yakni mengembalikan kejayaan Gli Azzurri dengan meraih trofi bergengsi sekaligus membawa Italia kembali tampil di Piala Dunia.
Mancini resmi menandatangani kontrak berdurasi empat tahun bersama Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Ia berharap masa baktinya kali ini mampu menghasilkan prestasi yang lebih besar.
"Kami menandatangani kontrak selama empat tahun. Saya berharap bisa memenangkan satu trofi penting, atau bahkan dua, lalu tetap bertahan lebih lama bila memungkinkan," ujar Mancini, seperti dikutip dari laman resmi FIGC, Kamis (30/7/2026).
Kembalinya Mancini menjadi harapan baru bagi publik sepak bola Italia. Dalam periode pertamanya pada 2018 hingga 2023, ia sukses membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020 sekaligus mencatat rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun.
Namun setelah meninggalkan Italia pada 2023 untuk menerima tawaran melatih Arab Saudi, keputusan tersebut menuai kontroversi dan sempat mengecewakan banyak pendukung.
Kini Mancini ingin memperbaiki hubungan itu melalui prestasi di lapangan.
"Saya akan berusaha membuat tim Italia tampil indah dan bermain sangat baik sehingga para suporter kembali jatuh cinta kepada tim ini, dan mungkin memaafkan saya atas apa yang terjadi. Itulah harapan saya," katanya.
Bangun Tim Masa Depan
Mancini optimistis Italia masih memiliki banyak pemain muda berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi. Karena itu, ia meminta klub-klub Serie A lebih berani memberikan kesempatan bermain kepada talenta muda agar proses regenerasi berjalan lebih cepat.
Ia juga mengungkapkan dua misi utama selama kembali menangani Gli Azzurri.
Pertama, mengembalikan kecintaan masyarakat Italia terhadap tim nasional. Kedua, memastikan generasi muda Italia kembali merasakan atmosfer Piala Dunia.
"Ada dua hal yang paling saya inginkan. Pertama, membuat para pendukung Italia kembali jatuh cinta kepada tim nasional. Kedua, memastikan anak-anak seperti keponakan saya yang berusia 12 tahun, yang belum pernah melihat Italia bermain di Piala Dunia, akhirnya mendapat kesempatan untuk menyaksikannya," tutur Mancini.
Target tersebut menjadi sangat penting mengingat Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia terakhir, sebuah catatan yang menjadi salah satu periode paling sulit dalam sejarah sepak bola negara itu.
FIGC Pilih Mancini, Ranieri Jadi Direktur Teknik
Penunjukan kembali Mancini dilakukan setelah FIGC membatalkan rencana mengangkat Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala. Proses tersebut terhenti akibat munculnya polemik terkait keterkaitan Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan asal Rusia yang turut memicu pengunduran diri Paolo Maldini dan Leonardo dari jajaran FIGC dilansir Antara.
Bersamaan dengan itu, Presiden FIGC Giovanni Malago menunjuk Claudio Ranieri sebagai direktur teknik. Ranieri akan bertanggung jawab mengawasi pengembangan teknis serta pembinaan sepak bola elite di seluruh struktur tim nasional Italia.
Debut Kedua Dimulai Lawan Belgia
Mancini dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya pada periode kedua sebagai pelatih Italia saat menghadapi Belgia dalam ajang UEFA Nations League di Roma pada 25 September. Setelah itu, Gli Azzurri akan menjamu Turki di Bologna pada 5 Oktober.
Menurut Mancini, dua laga tersebut akan menjadi tolok ukur awal untuk melihat kesiapan skuadnya.
"Itu akan menjadi pertandingan yang penting. Kami akan langsung mengetahui sejauh mana kekuatan kami dan area yang masih perlu diperbaiki. Bagaimanapun, grup itu akan sulit. Sulit bagi kami, tetapi juga akan sulit bagi tim-tim lainnya," pungkasnya.