Arsip foto - Logo UEFA di Kantor Pusat UEFA (28/2/2020). ANTARA/REUTERS/Denis Balibouse/pri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Konflik besar berpotensi mengguncang dunia sepak bola internasional. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara tegas mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, apabila badan sepak bola dunia itu tetap melanjutkan rencana menjual sebagian kepemilikan turnamen kepada investor swasta.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis Kamis (31/7/2026), UEFA menegaskan seluruh 55 asosiasi anggotanya telah mencapai kesepakatan bulat untuk menolak usulan tersebut.
"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," demikian pernyataan resmi UEFA.
Namun, UEFA membuka peluang untuk mengakhiri ancaman boikot apabila FIFA membatalkan rencana tersebut.
Menurut UEFA, Piala Dunia bukan sekadar aset komersial yang bisa diperdagangkan. Turnamen empat tahunan itu merupakan warisan sepak bola dunia yang dibangun selama puluhan tahun oleh pemain, tim nasional, serta jutaan suporter dari berbagai negara.
Karena itu, organisasi sepak bola Eropa tersebut menilai tidak ada alasan yang dapat membenarkan pengalihan kepemilikan ajang paling bergengsi di dunia itu kepada investor swasta.
"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis UEFA dilansir Antara.
Dinilai Disusun Tanpa Konsultasi
UEFA juga mengkritik proses penyusunan rencana tersebut. Organisasi itu menilai proposal yang akan mengubah masa depan sepak bola dunia justru dirancang secara tertutup dan hampir disetujui tanpa melibatkan para pemangku kepentingan utama.
Bagi UEFA, langkah tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab karena menyangkut masa depan kompetisi yang menjadi simbol sepak bola dunia.
"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," tegas UEFA.
FIFA Siapkan Skema Baru
Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan tengah menyiapkan skema penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta.
Melalui skema tersebut, FIFA berencana membentuk sebuah perusahaan yang akan mengelola berbagai turnamen bergengsi di bawah naungannya, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, hingga Piala Dunia Antarklub.
Rencana ini memicu perdebatan luas karena dinilai dapat mengubah tata kelola dan kepemilikan salah satu aset olahraga paling bernilai di dunia. Kini, sikap tegas UEFA berpotensi menjadi tantangan terbesar bagi FIFA dalam merealisasikan kebijakan tersebut.