Jumat, 18 September 2026

FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Ditolak Luas, Ini Alasannya


 FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Ditolak Luas, Ini Alasannya FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia Usai Ditolak Luas. (Foto: Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – FIFA akhirnya membatalkan rencana menjual sebagian saham kompetisi-kompetisi utamanya, termasuk Piala Dunia, melalui proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Keputusan ini diambil setelah usulan tersebut menuai penolakan dari berbagai asosiasi anggota, konfederasi, hingga pemangku kepentingan sepak bola internasional.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (1/8/2026), FIFA menjelaskan bahwa FIFA Forward Enterprise sejak awal dirancang sebagai upaya memperkuat asosiasi-asosiasi anggota sekaligus mempercepat pengembangan sepak bola dunia, terutama di negara-negara yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Namun, pelaksanaan proyek tersebut memang bergantung pada persetujuan mayoritas dari 211 asosiasi anggota FIFA. Selain itu, seluruh proses juga harus melalui konsultasi bersama Dewan FIFA, konfederasi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem sepak bola global.

Setelah melalui proses konsultasi, FIFA menyimpulkan bahwa proposal tersebut justru memunculkan perbedaan pandangan yang cukup tajam.

"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," tulis FIFA dalam pernyataan resminya.

FIFA menegaskan bahwa misi utama organisasi adalah menjaga persatuan sekaligus memajukan sepak bola dunia. Karena itu, proyek FIFA Forward Enterprise diputuskan tidak akan dilanjutkan.

"Tujuan kami selalu dan akan selalu untuk mempersatukan dan meningkatkan. Oleh karena itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan," tegas FIFA dikutip Antara.

Meski demikian, pembahasan mengenai masa depan pengembangan sepak bola belum berhenti. Presiden FIFA, Gianni Infantino, dijadwalkan kembali bertemu dengan asosiasi anggota, konfederasi, serta para pemangku kepentingan dalam beberapa hari dan pekan mendatang.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan solusi bersama untuk memperkuat pendanaan dan mempercepat perkembangan sepak bola, khususnya bagi negara-negara yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur maupun pembinaan.

Penolakan Datang dari UEFA hingga AFC

Sebelumnya, rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise memicu kritik keras dari sejumlah organisasi sepak bola dunia.

UEFA, European Leagues, dan AFC menilai proposal tersebut disusun tanpa tingkat transparansi yang memadai. Mereka juga mengkhawatirkan skema itu dapat membuka peluang bagi investor swasta memiliki kepentingan ekonomi terhadap ajang paling bergengsi di dunia, yakni Piala Dunia.

Gelombang penolakan yang terus meluas akhirnya membuat FIFA memilih menarik proposal tersebut dan menghentikan rencana penjualan saham kompetisi-kompetisi utamanya.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah untuk menjaga kepercayaan para anggota sekaligus memastikan tata kelola sepak bola dunia tetap berjalan secara transparan, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru