Loading
Ilustrasi Mom Shaming. (Net)
Mom shaming adalah perilaku kritik yang dilontarkan orang lain kepada seorang ibu yang dapat mempermalukan, merendahkan, menghina, atau bahkan menyakiti perasaannya. Kritik yang dilontarkan biasanya berupa gaya pengasuhan yang dinilai berbeda yang diterapkan seorang ibu untuk anaknya.
Menurut Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si., Psi., mom shaming bisa sangat variatif. Mom shaming bisa dilakukan oleh orang terdekat sendiri seperti suami, orang tua kandung, mertua, saudara kandung atau ipar, keluarga besar, bahkan sahabat. Mom shaming juga bisa dilakukan oleh orang yang tidak dikenal lewat virtual.
Menurut psikolog yang kerap disapa Nina dikutip dari laman parenting.co.id, ada dua hal utama yang membuat seseorang bisa menjadi pelaku mom shaming, yakni:
Banyak orang yang merasa lebih baik dari ibu lain, menjadikan kelebihannya sebagai bahan mom shaming. Ia tak segan mengkritik orang lain yang tidak sesuai dengan standarnya. “Saya lebih baik. Kamu itu jelek banget,” ujar Nina memberi contoh. Tipikal pelaku seperti ini tidak memiliki empati terhadap kesulitan atau perjuangan ibu lain.
Berbeda dengan karakteristik pelaku sebelumnya, Nina juga menyebut bahwa salah satu penyebab orang melakukan mom shaming adalah merekalah yang sesungguhnya merasa minder atau tidak percaya diri. Sehingga, saat melihat ada orang yang bisa lebih baik darinya, ia akan memberikan tuduhan dan kritik tajam untuk menjatuhkan orang tersebut sebagai salah satu cara untuk membuat dirinya merasa lebih baik. Baca juga: 4A: No Baper Hadapi Mom Shaming
Apa pun alasan dan tujuannya, tentu tak ada manfaat baiknya untuk melakukan mom shaming pada perempuan lain, Ma. Justru yang kita butuhkan adalah saling mendukung dan memberikan empati.