Loading
Foto ilustrasi: pixabay.com
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Mengenalkan fase menstruasi pada anak memang tidak mudah. Tidak mengehrankan masih banyak orangtua yang menganggap tabu membicarakan hal-hal terkait reproduksi, termasuk menstruasi. Padahal, informasi yang benar dan transparan, sangat penting buat sang buah hati. Mentalnya akan lebih siap menghadapi perubahan tubuh dan juga swing mood yang kerap menyertai.
"Saya terbantu dan tidak kaget saat harus menghadapi menstruasi. Mama sangat terbuka membicarakan hal-hal seperti ini. Saya rasa saya beruntung," papar Yei chan, yang kini duduk di bangku SMA.
Komunikasi dan keterbukaan jadi kunci penting bagi orangtua, terutama para bunda. Bimbing buah hati, agar saat menstruasi tiba, mentalnya sudah siap. Kapan dan apa yang harus dibicarakan? Berikut beberapa tips yang diambil dari laman sangbuahhati.
1. Pahami Dulu Mitos dan Fakta Menstruasi
Sebagai sesama perempuan, tentu Bundalah yang sangat diharapkan untuk mengedukasi anak perihal menstruasi. Namun, sebelum Bunda mengedukasi si kecil, pastikan bahwa pemahaman yang Bunda berikan adalah pemahaman yang tepat dan benar. Jangan sampai anak mendapat informasi yang salah karena kurangnya pemahaman Bunda tentang mitos ataupun fakta dari menstruasi.
2. Pilih Waktu yang Tepat
Bila Bunda sudah memahami secara baik tentang menstruasi, pilihlah waktu yang tepat untuk memberikan pemahaman tersebut kepada anak. Misalnya, saat santai di hari libur, atau ajak anak makan, minum teh, sembari bicara santai.
3. Perkenalkan Jenis-Jenis Pembalut
Selanjutnya Bunda bisa memperkenalkan tentang berbagai macam pembalut. Mulai dari pembalut sekali pakai, hingga pembalut kain yang dapat berulang kali dipakai. Namun, ingat, selalu ingatkan anak tentang pentingnya kebersihan alat vital, salah satunya dengan rutin mengganti atau mencuci pembalut ketika dirasa sudah penuh.
4. Jawablah dengan Jujur
Sebisa mungkin Bunda menjawab setiap pertanyaan anak dengan bahasa sederhana, dan dengan nada yang positif, dan jujur. Jika dirasa pengetahuan yang dimiliki belum cukup, katakan terus-terang bahwa Bunda akan mencari tahu jawaban yang tepat dan benar. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena ada kemungkinan anak akan mencari jawaban di luar dan berkemungkinan besar membuat anak percaya pada informasi yang salah.
5. Jelaskan juga Menstruasi pada Anak Laki-Laki
Tak hanya perempuan yang harus mengetahui apa itu menstruasi, tetapi lelaki pun juga harus tahu ya Bunda. Mengapa? Karena dengan mengetahui apa itu menstruasi akan membuat anak laki-laki menjadi lebih menghargai perempuan. Serta membantu bila perempuan yang sedang menstruasi mengalami ‘kebocoran’ pada roknya, seperti memberikan jaket atau bantuan lainnya.