Ustadz Masuk Metaverse Roblox: Cara Baru Anak Muda Ngabuburit di Era Digital


  • Selasa, 10 Maret 2026 | 17:30
  • | Tekno
 Ustadz Masuk Metaverse Roblox: Cara Baru Anak Muda Ngabuburit di Era Digital Ngabuburit di Metaverse: Neo Coffee hadirkan Kajian Ramadan dan Konser di Roblox. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Tradisi ngabuburit kini tak lagi selalu identik dengan berburu takjil di pinggir jalan atau berkumpul di taman kota. Bagi sebagian anak muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, waktu menunggu azan magrib justru dihabiskan di dunia virtual.

Salah satu ruang digital yang kini populer adalah Roblox, platform metaverse dengan jutaan pengguna yang memungkinkan orang berinteraksi, bermain gim, hingga berkreasi dalam satu ekosistem virtual. Melihat tren ini, Neo Coffee, kopi instan dari WINGS Group, menghadirkan pendekatan unik dalam meramaikan Ramadan.

Lewat kampanye #FlipRamadanLo, Neo Coffee menggelar Kajian Ramadan virtual dan konser religi di Roblox yang berlangsung pada 28 Februari hingga 12 Maret 2026. Program ini menjadi upaya menghadirkan ruang refleksi spiritual yang lebih dekat dengan kebiasaan digital anak muda.

Kajian Ramadan Hadir di Dunia Virtual

Program Kajian Ramadan tersebut berlangsung di Map Roblox AHQUOTE Land, yang dirancang sebagai ruang interaktif untuk berdiskusi, belajar, sekaligus bersosialisasi.

Head of Coffee Category WINGS Group, Thomas Michael Hermawan, mengatakan bahwa kampanye ini lahir dari semangat Ramadan sebagai momentum perubahan diri.

Menurutnya, Ramadan selalu identik dengan refleksi dan transformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Neo Coffee ingin menghadirkan pesan tersebut dengan cara yang relevan bagi generasi digital.

“Melalui kampanye #FlipRamadanLo, kami percaya perubahan positif bisa dimulai dengan cara yang menyenangkan. Apalagi jika momen sahur dan berbuka ditemani Neo Coffee sebagai mood booster yang membuat Ramadan terasa lebih berkesan,” ujarnya.

Michael menambahkan bahwa Roblox tidak hanya menjadi platform permainan, tetapi juga bisa berkembang sebagai ruang interaksi sosial yang lebih luas, termasuk untuk kegiatan spiritual.

“Kami melihat Roblox sebagai tempat nongkrong virtual yang juga bisa menghadirkan pengalaman religi yang menarik bagi anak muda,” katanya.

Membahas Validasi Digital dan Nilai Diri

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah kajian bersama Ustadz Wajdi Azim, S.Psi, pendakwah yang populer di media sosial.

Dalam kajian tersebut, ia mengangkat topik “Validasi Digital vs Nilai Diri”, sebuah isu yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda di era media sosial.

Menurutnya, banyak orang tanpa sadar terjebak dalam perlombaan mencari pengakuan melalui jumlah likes, views, atau komentar di media sosial.

“Di era digital, kita sering mengejar validasi digital sampai lupa bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh angka di layar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebaikan yang dilakukan semata-mata demi pengakuan manusia dapat berujung pada sikap riya. Dalam Islam, nilai seseorang tidak ditentukan oleh popularitas, melainkan oleh ketulusan hati.

“Setiap orang memiliki jalan hidup yang sudah Allah tetapkan. Ketika kita berani menjalani hidup tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain, kita akan lebih mudah menemukan ketenangan,” jelasnya.

Konser Haddad Alwi di Roblox

Tak hanya kajian, rangkaian acara ini juga dimeriahkan dengan konser virtual Haddad Alwi, penyanyi religi yang dikenal luas lewat lagu-lagu bernuansa spiritual.

Penampilan Haddad Alwi menghadirkan suasana syahdu di dunia virtual Roblox, membuktikan bahwa pesan-pesan religi tetap bisa menyentuh hati meski disampaikan melalui teknologi digital.

Untuk menambah keseruan, Neo Coffee juga membagikan ribuan Robux—mata uang virtual Roblox—kepada ratusan peserta yang aktif mengikuti sesi kajian.

Para peserta yang dijuluki GeNeOrations pun menyambut antusias program ini.

Respons Positif dari Warganet

Antusiasme publik terlihat dari berbagai komentar positif di akun Instagram @neo_coffee dan @ahquote. Banyak warganet mengaku tertarik mengikuti kajian Ramadan virtual yang dapat diakses secara gratis.

Setelah sesi perdana pada 28 Februari 2026, rangkaian kegiatan ini berlanjut pada 12 Maret 2026 dengan menghadirkan Ustadz As’ad Romy sebagai pembicara.

Sambil menikmati pengalaman digital di Roblox, peserta juga diajak merasakan berbagai varian Neo Coffee seperti Tiramisu, Moccachino, dan Caramel Macchiato yang dibuat dari perpaduan biji kopi Robusta dan Arabika pilihan.

Dengan teknik pengolahan khusus, kopi ini menghadirkan aroma yang lebih harum dan rasa yang seimbang, cocok dinikmati saat sahur maupun setelah berbuka puasa.

Menggabungkan Teknologi, Komunitas, dan Spiritualitas

Melalui program ini, Neo Coffee mencoba memadukan teknologi digital, komunitas anak muda, dan pesan spiritual Ramadan dalam satu pengalaman baru.

Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus inovatif, sejalan dengan semangat WINGS Group dalam menyediakan produk berkualitas yang terjangkau bagi masyarakat.

Dengan pendekatan kreatif seperti ini, Ramadan tak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menemukan cara baru dalam berbagi inspirasi dan kebaikan—bahkan di dunia virtual.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru