Trump Mobile Akui Data Pelanggan Bocor ke Internet, Ini Penjelasannya


  • Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:30
  • | Tekno
 Trump Mobile Akui Data Pelanggan Bocor ke Internet, Ini Penjelasannya Ilustrasi tampilan Trump Mobile T1 di situs web perusahaan. (Trump Mobile)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Trump Mobile mengonfirmasi bahwa data pelanggan mereka sempat bocor dan dapat diakses di internet. Informasi yang terekspos mencakup nama pelanggan, alamat email, alamat rumah, nomor telepon seluler, hingga identitas pesanan perangkat.

Laporan ini pertama kali mencuat setelah sejumlah pihak menemukan data pelanggan Trump Mobile tersedia secara publik secara daring. Dilansir TechCrunch pada Jumat (22/5/2026) waktu setempat, juru bicara Trump Mobile Chris Walker mengatakan perusahaan kini sedang menyelidiki insiden tersebut.

Walker menyebut hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti bahwa informasi finansial maupun konten pribadi pelanggan ikut terdampak dalam kebocoran data tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa insiden itu bukan berasal dari peretasan terhadap sistem internal perusahaan.

“Tidak ada pelanggaran atau peretasan terhadap jaringan, sistem, maupun infrastruktur internal Trump Mobile,” kata Walker.

Menurut perusahaan, kebocoran data berkaitan dengan platform pihak ketiga yang digunakan untuk mendukung sebagian operasional Trump Mobile. Meski demikian, perusahaan belum mengungkap vendor mana yang diduga menjadi sumber masalah tersebut.

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah dua kreator konten YouTube, Coffeezilla dan penguinz0, mengaku menerima peringatan dari seorang peneliti keamanan siber terkait data pribadi mereka yang terekspos di internet usai memesan perangkat Trump Mobile.

Keduanya mengaku telah mencoba menghubungi Trump Mobile untuk memperingatkan soal kebocoran tersebut. Peneliti keamanan siber yang pertama kali menemukan celah itu juga disebut sudah berusaha mengontak perusahaan, namun tidak mendapat respons.

Di tengah investigasi yang masih berlangsung, Trump Mobile kini masih mempertimbangkan apakah perlu mengirim pemberitahuan resmi kepada pelanggan terkait kebocoran data pribadi tersebut.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kebocoran data yang melibatkan layanan digital dan operator seluler, sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pengguna di tengah meningkatnya ancaman keamanan siber global.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tekno Terbaru