Goldman Sachs Angkat Target Saham BBRI, Dana Rp200 Triliun Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM


 Goldman Sachs Angkat Target Saham BBRI, Dana Rp200 Triliun Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (ANTARA/HO-BRI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Optimisme terhadap kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) semakin menguat. Lembaga keuangan global Goldman Sachs baru saja menaikkan rekomendasi saham BBRI dari neutral menjadi buy, dengan target harga baru Rp4.760 per saham. Angka ini melonjak dibandingkan proyeksi sebelumnya di Rp4.180 per saham.

Katalis utama dari sentimen positif ini datang dari langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan dana jumbo senilai Rp200 triliun ke jajaran bank Himbara. Bagi BRI, tambahan likuiditas tersebut dianggap menjadi bahan bakar baru untuk memperkuat ekspansi kredit, terutama ke sektor UMKM yang menjadi fokus utama bank pelat merah ini.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa penempatan dana pemerintah sebesar Rp55 triliun yang telah masuk ke BRI adalah bentuk nyata kepercayaan negara.

“Dana ini bukan hanya memperkuat likuiditas, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi BRI untuk mempercepat penyaluran kredit, khususnya ke UMKM dan program prioritas pemerintah,” ujar Hery di Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Ia menambahkan, efek berganda dari suntikan dana ini diyakini mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Meski begitu, BRI tetap menegaskan komitmennya pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

“Setiap rupiah akan kami salurkan secara tepat sasaran agar benar-benar memberi nilai tambah bagi nasabah, pelaku UMKM, dan perekonomian Indonesia,” tegasnya dikutip Antara.

Kepercayaan Investor Semakin Kuat

Bloomberg Intelligence menilai BRI menjadi bank yang paling diuntungkan dibandingkan anggota Himbara lainnya. Dukungan kebijakan pemerintah, perbaikan fundamental likuiditas industri, hingga rekam jejak kinerja yang solid menjadi fondasi kepercayaan investor.

Dari 39 analis yang memantau BBRI, sebanyak 31 merekomendasikan beli dan 7 menyarankan tahan, dengan target harga konsensus Rp4.602 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Peran BRI di UMKM

Hingga akhir kuartal II 2025, BRI tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp1.363,3 triliun. Dari jumlah tersebut, 84,4% atau sekitar Rp1.150 triliun disalurkan ke sektor UMKM. Angka ini kembali menegaskan posisi BRI sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan UMKM sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya kepercayaan investor global, serta fundamental bisnis yang kuat, BRI optimistis dapat terus menjaga perannya sebagai bank yang paling fokus pada pemberdayaan UMKM di Indonesia sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru