Ilham Habibie: Hilirisasi Belum Cukup, Reindustrialisasi Dibutuhkan untuk Menguatkan Ekonomi


 Ilham Habibie: Hilirisasi Belum Cukup, Reindustrialisasi Dibutuhkan untuk Menguatkan Ekonomi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie. ANTARA/HO-PII.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menilai hilirisasi yang selama ini didorong pemerintah masih belum memadai untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu melanjutkannya dengan langkah reindustrialisasi yang lebih komprehensif.

Menurut Ilham, hilirisasi memang meningkatkan nilai tambah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau barang jadi. Namun, proses tersebut belum menjawab kebutuhan jangka panjang apabila tidak dibarengi pembangunan sektor industri yang lebih lengkap dan modern.

“Reindustrialisasi bukan berarti mengulang industrialisasi masa lalu yang identik dengan pencemaran atau konflik lahan. Transformasi industri sekarang harus mengikuti tuntutan abad ke-21,” ujar Ilham dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Ia menekankan bahwa reindustrialisasi masa kini harus mengutamakan efisiensi, ramah lingkungan, dan berpihak pada tenaga kerja. Prinsip seperti industri sirkular, berkelanjutan, regeneratif, dan berorientasi manusia menjadi landasan penting agar industri Indonesia mampu bersaing.

Ilham menjelaskan bahwa reindustrialisasi bertujuan memastikan produk industri dalam negeri memiliki nilai tambah yang sesuai kebutuhan pasar, sekaligus memperkuat penyerapan tenaga kerja nasional. Kebijakan industri yang tepat, menurutnya, dapat mendorong tumbuhnya rantai pasok yang lebih kuat dan stabil.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi deindustrialisasi dini, yang terlihat dari turunnya kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada triwulan II 2025, kontribusi industri tercatat sekitar 17 persen, turun dari level sebelumnya yang berada di atas 20 persen.

“Ketika kontribusi industri terus menurun, itu tanda bahwa terjadi degradasi di sektor industri kita. Inilah yang disebut deindustrialisasi,” kata Ilha dikutip Antara.

Ia menegaskan bahwa reindustrialisasi perlu menjadi fokus kebijakan agar Indonesia tidak hanya mengandalkan hilirisasi, tetapi juga memiliki struktur industri yang sehat, modern, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru