Robinhood Ekspansi ke Indonesia: Akuisisi Buana Capital & Pialang Kripto


 Robinhood Ekspansi ke Indonesia: Akuisisi Buana Capital & Pialang Kripto Ilustrasi - Penganugerahan SPIE 2019/2020 oleh Direktur Utama Semen Padang Yosviandri, dan dihadiri Tim Robinhood yang meraih Predikat Platinum. (Antara/HO)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Langkah besar terjadi di industri pasar modal Indonesia. Robinhood Market Inc, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat yang dikenal dengan platform trading-nya yang mudah diakses, resmi menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi PT Buana Capital serta perusahaan aset kripto berlisensi nasional PT Pedagang Aset Kripto.

Kesepakatan ini menjadi momentum penting yang menandai ekspansi Robinhood ke Asia Tenggara, sekaligus membuka babak baru masuknya pemain global ke pasar investasi ritel Indonesia.

Patrick Chan, Kepala Robinhood kawasan Asia, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan investor yang sangat cepat dan menjadi salah satu pasar paling potensial di kawasan. “Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat. Kami ingin menghadirkan pendekatan Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi lebih banyak orang,” ujarnya dalam peluncuran Corporate Action di Jakarta pada Senin (8/12/2025).

Robinhood berharap kehadirannya dapat menghadirkan layanan investasi yang lebih sederhana, murah, dan mudah diakses—seperti yang mereka lakukan kepada jutaan pengguna di AS.

Buana Capital Tetap Terlibat sebagai Penasihat Strategis

Dalam proses integrasi ini, Pieter Tanuri dari Buana Capital dan Pedagang Aset Kripto akan tetap mendampingi Robinhood sebagai penasihat strategis.

Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata, menilai kolaborasi tersebut akan memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia. Menurutnya, sinergi ini membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengakses pasar global secara lebih terjangkau dan efisien.

“Robinhood sudah berpengalaman menggandeng lebih dari 26 juta investor ritel di AS. Kami percaya inovasi dan teknologi mereka dapat mendorong kemudahan akses bagi para investor Indonesia,” kata Benny.

Respons Regulator: Persaingan Sehat dan Perlindungan Investor

Masuknya Robinhood turut disambut oleh regulator. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK, Edi Broto, menilai kehadiran pemain global dapat meningkatkan persaingan dan mendorong layanan yang lebih baik bagi investor ritel.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap lisensi lokal, keamanan data, dan perlindungan investor. “Kami ingin memastikan standar komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Keuangan. Masyita Crystallin, Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, menyebut langkah ini sebagai sinyal positif bagi pasar Indonesia. Ia menambahkan bahwa pemerintah sedang membuka ruang lebih besar untuk inovasi keuangan, termasuk melalui rencana demutualisasi bursa.

BEI: Sinergi Pengalaman Global dan Keahlian Lokal

Direktur Keuangan dan SDM BEI, Risa E. Rustam, menilai kemitraan antara Robinhood dan Buana Capital merupakan kombinasi kuat antara pengalaman global dan pemahaman lokal.

“Inovasi teknologi dan akses luas Robinhood akan memberi lebih banyak alat bagi investor Indonesia untuk menjelajahi pasar domestik dan internasional,” kata Risa dikutip Antara.

Rencana Jangka Panjang: Akses Saham AS hingga Kripto Global

Setelah akuisisi rampung, Robinhood akan tetap melayani klien brokerage Buana Capital. Dalam jangka panjang—dengan persetujuan regulator—Robinhood berencana menghadirkan layanan trading mereka sendiri, termasuk akses ke saham AS, aset kripto global, dan berbagai instrumen internasional lainnya.

Transaksi ini masih menunggu persetujuan resmi dari OJK dan regulator terkait, dengan target penyelesaian pada paruh pertama 2026.

Momentum Pasar: Investor Muda Mendominasi

Indonesia menjadi salah satu pasar paling dinamis di kawasan. Per Oktober 2025, tercatat:

  • 19 juta investor pasar modal
  • 17 juta investor kripto
  • 4,28 juta investor baru sepanjang 2025, tumbuh 58,4% yoy
  • IHSG naik 22,80%, menjadi salah satu yang terbaik di Asia-Pasifik

Mayoritas investor berasal dari generasi muda, dengan 54,25% berusia di bawah 30 tahun.Sementara itu, nilai transaksi kripto mencapai Rp409,56 triliun hingga akhir Oktober 2025.

Dengan dinamika yang begitu kuat, ekspansi Robinhood diprediksi akan membawa babak baru dalam persaingan industri investasi ritel di Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru