Loading
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, di Kediaman pribadi Kepala Negara di Hambalang, Bogor, Minggu (4/1/2026). ANTARA/Instagram/@sekretariat.kabinet.
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Presiden Prabowo Subianto menerima CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di kediaman pribadinya di Hambalang, Minggu (4/1/2025) sore. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, salah satunya perkembangan proyek hilirisasi nasional bernilai investasi hingga Rp100 triliun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan itu menyoroti kemajuan proyek hilirisasi yang dijalankan oleh Danantara. Proyek tersebut direncanakan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) di lima lokasi berbeda pada awal bulan depan.
Menurut Teddy, nilai investasi proyek hilirisasi tersebut mencapai sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp100 triliun. Program ini akan tersebar di beberapa provinsi dan diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaSelain membahas hilirisasi, pertemuan Prabowo dan Rosan juga menyinggung proyek waste to energy. Program ini difokuskan pada penertiban pengelolaan sampah, dengan tujuan mengurangi volume sampah terbuka sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari pengolahan limbah.
“Pengembangan proyek waste to energy diharapkan tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Teddy dikutip Antara.
Pemerintah menilai dua agenda tersebut—hilirisasi dan pengelolaan sampah berbasis energi—sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang, memperkuat industri nasional, serta menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang selama ini belum dioptimalkan secara maksimal.