Loading
Ilustrasi Karyawan memotret layar pergerakan indeks harga saham gabungan IHSG. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa. Penguatan ini tak lepas dari melonjaknya harga komoditas logam dunia serta sentimen positif dari berbagai kebijakan insentif pemerintah.
Pada penutupan perdagangan, IHSG di Bursa Efek Indonesia menguat 0,84 persen atau naik 74,41 poin ke level 8.933,61. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh indeks saham unggulan LQ45 yang naik 0,61 persen ke posisi 865,05.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim, tren penguatan harga mayoritas komoditas logam menjadi salah satu katalis utama pergerakan indeks. Di saat yang sama, sejumlah insentif ekonomi yang terus digulirkan pemerintah turut memperkuat optimisme pasar.
Sentimen global juga memberi warna tersendiri. Harga emas dan perak terpantau menguat di pasar internasional, seiring meningkatnya tensi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Venezuela. Kondisi ini mendorong investor mencari aset lindung nilai sekaligus berdampak pada sektor berbasis komoditas.
Di luar faktor geopolitik, pelaku pasar global tengah menanti rilis sejumlah data ekonomi penting. Dari Eropa, perhatian tertuju pada data penjualan ritel dan pasar tenaga kerja Jerman, serta angka inflasi kawasan Euro. Sementara dari Amerika Serikat, pasar mencermati data ISM Services dan JOLTS Job Openings sebagai indikator kesehatan ekonomi Negeri Paman Sam.
Dari dalam negeri, pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus. Salah satunya melalui PMK 105/2025, yang memberikan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) 21 sepanjang 2026 bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan di sektor-sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, industri kulit, hingga pariwisata.
Selain itu, lewat PMK 90/2025, pemerintah menetapkan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah tapak hingga Rp2 miliar dan rumah susun hingga Rp5 miliar selama 2026. Pemerintah juga masih mengkaji insentif tambahan bagi industri otomotif.
Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau dan mampu mempertahankan penguatan hingga akhir sesi kedua dikutip Antara.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor tercatat menguat. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 2,81 persen, disusul sektor energi yang naik 1,51 persen dan sektor teknologi sebesar 1,28 persen.
Sementara itu, dua sektor mengalami pelemahan, yakni transportasi dan logistik yang turun 1,40 persen, serta keuangan yang terkoreksi 0,12 persen.
Dari sisi saham, penguatan terbesar tercatat pada BIPI, GSMF, INPC, PADI, dan NICL. Adapun saham yang melemah paling dalam antara lain KLAS, CPRO, YOII, PNLF, dan MBSS.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai dengan 4,36 juta transaksi, melibatkan 67,93 miliar saham senilai Rp34,16 triliun. Sebanyak 428 saham menguat, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa regional juga bergerak positif. Nikkei Jepang melonjak 1,32 persen, Hang Seng Hong Kong naik 1,38 persen, Shanghai Composite menguat 1,50 persen, dan Straits Times Singapura bertambah 1,27 persen, mencerminkan sentimen global yang relatif kondusif bagi pasar saham.