Kamis, 05 Februari 2026

IHSG Rebound, Sentimen Reformasi Pasar Modal dan MSCI Bawa Angin Segar


 IHSG Rebound, Sentimen Reformasi Pasar Modal dan MSCI Bawa Angin Segar Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berbalik arah dan menguat pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Kebangkitan indeks ini dipicu oleh dua sentimen utama, yakni delapan rencana aksi reformasi pasar modal serta hasil pertemuan regulator dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ekonom keuangan sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, menilai langkah konkret yang disiapkan otoritas menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Menurutnya, kekhawatiran yang sempat membayangi investor mulai mereda setelah ada kejelasan arah kebijakan.

Pada sesi I perdagangan pukul 11.20 WIB, IHSG melonjak 119,11 poin atau 1,50 persen ke level 8.041,84. Penguatan ini sekaligus memutus tren pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya.

Hans menjelaskan, tekanan yang muncul pada awal sesi lebih disebabkan oleh efek lanjutan dari aksi jual panik investor ritel pada perdagangan Senin. Banyak pelaku pasar sempat khawatir akan berlanjutnya arus keluar dana asing.

“Namun sentimen itu perlahan mereda setelah ada kabar positif dari pertemuan dengan MSCI. Harusnya persoalan yang kemarin mengganjal bisa segera menemukan titik terang,” ujarnya.

Data perdagangan sebelumnya menunjukkan investor asing justru melakukan pembelian bersih senilai Rp654,9 miliar. Angka ini memberi sinyal bahwa kepercayaan terhadap pasar domestik mulai kembali.

Selain faktor dalam negeri, pasar juga sempat dipengaruhi dinamika global, termasuk kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang membuat dolar menguat dan harga emas terkoreksi. Kondisi tersebut sempat menekan saham sektor tambang, namun dampaknya mulai berkurang pada perdagangan hari ini.

Dalam pertemuan dengan MSCI, otoritas pasar modal menegaskan komitmen meningkatkan transparansi. Salah satu langkahnya adalah rencana pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen serta klasifikasi investor yang dibuat lebih rinci, dari tujuh sub-tipe menjadi 27 sub-tipe.

Delapan rencana aksi reformasi juga segera ditindaklanjuti. Di antaranya mencakup kenaikan batas minimal free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia dikutip dari Antara.

Pihak otoritas menyebut proposal solusi telah diajukan bersama Bursa dan KSEI untuk menjawab berbagai perhatian terkait transparansi dan struktur kepemilikan saham. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor jangka panjang.

Hingga siang hari, aktivitas perdagangan terpantau ramai. Frekuensi transaksi mencapai lebih dari 1,7 juta kali dengan nilai perdagangan Rp15,67 triliun. Sebanyak 570 saham menguat, 165 melemah, dan 80 lainnya stagnan.

Penguatan IHSG hari ini memberi harapan baru bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tahan kuat. Jika reformasi berjalan konsisten, bukan tidak mungkin kepercayaan investor akan pulih lebih cepat dan mendorong indeks bergerak lebih stabil ke depan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru