Selasa, 11 Agustus 2026

Aksesi OECD Jadi Momentum Reformasi Ekonomi Indonesia, Dunia Usaha Diminta Ambil Peran


 Aksesi OECD Jadi Momentum Reformasi Ekonomi Indonesia, Dunia Usaha Diminta Ambil Peran Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (tengah) didampingi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie (kiri) memberikan keterangan kepada pers usai seminar nasional mengenai aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Aria Ananda/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dinilai bukan sekadar langkah administratif, tetapi momentum besar untuk mendorong reformasi ekonomi nasional yang lebih menyeluruh.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, menegaskan bahwa perjalanan menuju keanggotaan OECD akan membawa perubahan signifikan terhadap cara ekonomi Indonesia dijalankan di masa depan.

Menurutnya, aksesi OECD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, terutama dunia usaha.

“Ini bukan sekadar agenda pemerintah. Ini adalah proses reformasi nasional yang akan membentuk bagaimana ekonomi Indonesia berjalan dalam praktik,” ujarnya dalam seminar nasional di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Peran Dunia Usaha Jadi Kunci

Dalam proses ini, sektor swasta tidak hanya berperan sebagai pihak yang terdampak kebijakan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memastikan reformasi berjalan efektif.

Keterlibatan dunia usaha dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya ideal di atas kertas, tetapi juga relevan dan dapat diterapkan di lapangan.

Tiga Kunci Sukses Aksesi OECD

Jermey menyoroti tiga faktor utama yang perlu diperkuat agar proses aksesi berjalan optimal:

  • Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha
  • Koordinasi kelembagaan yang solid antarinstansi
  • Kebijakan yang realistis dan aplikatif sesuai kebutuhan dunia usaha

Ia menekankan bahwa reformasi ekonomi harus bersifat praktis dan tidak terlepas dari kondisi riil di lapangan.

“Reformasi harus bisa dijalankan secara nyata, bukan hanya konsep, agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya dikutip Antara.

Belajar dari Pengalaman Inggris

Pengalaman Inggris sebagai anggota OECD menunjukkan bahwa keanggotaan organisasi ini membawa dampak positif, mulai dari peningkatan investasi hingga kepastian regulasi yang lebih kuat.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa aksesi OECD dipandang strategis bagi Indonesia dalam memperkuat daya saing ekonomi.

Dampak Lebih Luas, Termasuk Global

Tak hanya berdampak pada ekonomi domestik, aksesi OECD juga diyakini akan memperkuat hubungan bisnis internasional, termasuk kerja sama antara Indonesia dan Inggris.

Selain itu, proses ini juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

Peran Kadin dan Pemerintah

Sebagai bagian dari upaya mempercepat proses aksesi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar seminar nasional.

Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan OECD Private Sector Playbook, sebuah panduan awal bagi pelaku usaha untuk memahami proses aksesi serta dampaknya terhadap kegiatan bisnis.

Sekilas Tentang OECD

OECD merupakan organisasi internasional yang beranggotakan 38 negara dan berfokus pada penyusunan standar kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas, dan kesejahteraan global.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru