Kamis, 15 Oktober 2026

Hapus MBG Hari Sabtu, Pemerintah Klaim Hemat Rp1 Triliun Sehari


 Hapus MBG Hari Sabtu, Pemerintah Klaim Hemat Rp1 Triliun Sehari Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan paparan dalam sesi Policy Dialogue pada acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah mulai merapikan strategi belanja negara, salah satunya lewat penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hasilnya cukup mencolok: hanya dengan menghapus penyaluran pada hari Sabtu, negara bisa menghemat hingga Rp1 triliun dalam sehari.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, dalam forum Policy Dialogue pada Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), Senin (27/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar pengurangan, melainkan bagian dari langkah “penajaman” atau refocusing anggaran agar program prioritas tetap berjalan lebih efektif.

“Dulu MBG tetap diberikan di hari Sabtu, sekarang tidak lagi. Dalam satu hari saja kita bisa menghemat sekitar Rp1 triliun,” ujarnya.

Lebih Logis dan Tepat Sasaran

Keputusan ini dinilai masuk akal. Pasalnya, peserta didik tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk menerima makanan di hari libur.

Dengan skema baru ini, penghematan tidak hanya terasa harian, tetapi juga akumulatif:

Sekitar Rp4 triliun per bulan (jika dihitung empat Sabtu)

Hingga Rp50 triliun per tahun

Tak hanya Sabtu, pemerintah juga menghentikan penyaluran MBG saat masa libur sekolah. Tujuannya sama: memastikan program benar-benar tepat sasaran dan tidak berjalan secara “formalitas”.

Evaluasi Ketat Kualitas Program

Selain efisiensi, pemerintah juga memperketat kualitas pelaksanaan di lapangan. Salah satunya dengan mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

SPPG yang tidak memenuhi standar nutrisi akan langsung ditindak, bahkan bisa dihentikan sementara operasionalnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penghematan, tetapi juga pada kualitas manfaat yang diterima masyarakat.

Jaga APBN di Tengah Tekanan Global

Penyesuaian program MBG ini menjadi bagian dari strategi lebih besar dalam menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di tengah tekanan harga minyak global, pemerintah memilih menahan kenaikan harga BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Namun, kebijakan ini berdampak pada meningkatnya beban subsidi dikutip Antara.

Karena itu, pengendalian belanja menjadi kunci. Pemerintah juga mendorong optimalisasi penerimaan negara, termasuk melalui sistem perpajakan coretax serta memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit mentah (CPO).

Efisiensi Tanpa Mengorbankan Program Prioritas

Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini bukan berarti mengurangi komitmen terhadap program prioritas. Sebaliknya, ini adalah upaya untuk membuat program berjalan lebih tepat, efisien, dan berkualitas.

Dengan pendekatan ini, MBG diharapkan tetap memberikan manfaat maksimal—tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru