Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan pemaparan dalam agenda Investor Meeting yang diselenggarakan oleh Deutsche Bank di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026). (Kementerian Keuangan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Indonesia mengandalkan kredibilitas fiskal dan stabilitas ekonomi untuk memperkuat kepercayaan investor asing. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disiplin dinilai menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tarik investasi Indonesia.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sembari memastikan anggaran negara tetap mampu mendukung kebutuhan pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Suahasil dalam Investor Meeting Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia dan Danantara yang diselenggarakan Deutsche Bank di Bangkok, Thailand, pada Selasa (13/10/2026).
Dalam keterangan resmi Kementerian Keuangan pada Rabu (14/10/2026), Suahasil menjelaskan bahwa Indonesia berupaya mempertahankan fundamental ekonomi yang kuat melalui kredibilitas APBN, stabilitas makroekonomi, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” kata Suahasil dalam rilis yang disampaikan ke media.
Menurutnya, tantangan ekonomi global menuntut pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan dan kemampuan keuangan negara dalam menghadapi risiko pada masa mendatang.
Kredibilitas fiskal menjadi penting karena investor membutuhkan kepastian bahwa kebijakan ekonomi pemerintah dijalankan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027
Investasi ditempatkan sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, dengan pertumbuhan investasi mencapai 7 persen. Target tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang mampu menciptakan iklim usaha kondusif sekaligus memperkuat keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional.
Kementerian Keuangan dalam pemberitaan resminya mengenai arah kebijakan APBN 2027 juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan fiskal sambil mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah mendorong sinergi kebijakan fiskal, investasi strategis melalui Danantara, dan partisipasi sektor swasta.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas investasi produktif, meningkatkan kapasitas perekonomian, serta membuka peluang pertumbuhan di berbagai sektor.
Namun, pencapaian target investasi tidak hanya bergantung pada besarnya dukungan anggaran pemerintah. Kepastian regulasi, stabilitas ekonomi, dan kepercayaan terhadap arah kebijakan juga menjadi faktor penting bagi investor dalam menentukan keputusan investasinya.
Tiga Strategi Membangun Kepercayaan Investor
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, menjelaskan bahwa pemerintah juga berfokus membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan.
Strategi pertama adalah menjaga kredibilitas, kinerja, dan stabilitas perekonomian, baik dari sisi fiskal, moneter, maupun sektor keuangan.
Pemerintah juga secara berkala mengomunikasikan kondisi perekonomian dan arah kebijakan kepada pasar serta investor. Komunikasi yang konsisten diperlukan agar pelaku pasar memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan prospek ekonomi Indonesia.
Strategi kedua adalah menjaga disiplin dan integritas pasar keuangan.
“Hal ini penting untuk membangun pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid,” ujar Suminto.
Pasar keuangan yang sehat dapat membantu memperlancar aliran pembiayaan bagi dunia usaha, sekaligus menyediakan pilihan instrumen investasi yang lebih beragam bagi pelaku pasar.
Strategi ketiga adalah memperdalam pasar keuangan domestik dengan memperkuat peran investor institusional dan investor ritel.
Dengan memperluas basis investor dalam negeri, pemerintah berharap pasar keuangan Indonesia tidak hanya semakin aktif dan likuid, tetapi juga lebih tangguh menghadapi perubahan kondisi keuangan global.
Menjaga Keseimbangan antara Pertumbuhan dan Disiplin Fiskal
Upaya menarik investasi asing pada akhirnya perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan keuangan negara yang sehat.
APBN tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan pembangunan, tetapi juga berperan menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan ruang bagi pemerintah untuk merespons berbagai tekanan.
Dalam konteks ini, komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen PDB menjadi bagian dari upaya mempertahankan kredibilitas fiskal. Meski demikian, disiplin anggaran tetap perlu disertai belanja yang produktif dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sebagaimana diberitakan Kementerian Keuangan pada 29 September 2026, Rancangan Undang-Undang APBN 2027 telah disahkan menjadi undang-undang dengan arah kebijakan fiskal yang tetap ekspansif, kolaboratif, terarah, dan terukur. Defisit APBN 2027 ditetapkan sebesar 2,40 persen terhadap PDB.
Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal.
Ke depan, keberhasilan strategi menarik investasi akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan kebijakan, stabilitas ekonomi, serta kemampuan pemerintah menciptakan iklim usaha yang memberikan kepastian bagi investor.
Dengan fondasi fiskal yang kredibel dan pasar keuangan domestik yang semakin kuat, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan daya tariknya sebagai tujuan investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.