Loading
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Upaya Indonesia menuju energi yang lebih bersih tidak boleh mengabaikan aspek ketahanan energi nasional. Karena itu, transisi energi dan ketahanan energi perlu berjalan beriringan agar pasokan energi tetap aman, stabil, dan terjangkau bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, menegaskan bahwa saat ini Indonesia tidak lagi berada pada posisi memilih salah satu di antara keduanya. Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks justru menuntut negara untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Sekarang masanya bukan memilih antara ketahanan energi atau transisi energi. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan. Energi Indonesia harus tetap aman dan tangguh, tetapi pada saat yang sama juga semakin bersih,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ketergantungan Impor Energi Masih Tinggi
Dadan menjelaskan bahwa situasi geopolitik dan ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian membuat banyak negara berlomba meningkatkan kemandirian energi. Indonesia pun menghadapi tantangan serupa, terutama karena masih tingginya ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan data DEN, konsumsi minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,52 juta barel per hari. Sementara itu, produksi dalam negeri baru berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Kesenjangan tersebut menyebabkan Indonesia masih harus mengimpor minyak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Menurut Dadan, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian nasional. Jika kebutuhan impor mencapai sekitar satu juta barel per hari dan harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel, Indonesia harus mengeluarkan sekitar 100 juta dolar AS setiap hari hanya untuk membeli minyak mentah.
“Ini menjadi tantangan besar bagi ketahanan energi nasional karena kebutuhan energi terus meningkat sementara produksi domestik belum mampu memenuhi seluruh permintaan,” katanya dikutip Antara.
Transportasi Jadi Konsumen BBM Terbesar
Sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM di Indonesia. Dengan populasi kendaraan bermotor yang sangat besar, kebutuhan energi berbasis fosil masih mendominasi aktivitas masyarakat.
Saat ini jumlah sepeda motor di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 140 juta unit, sedangkan mobil penumpang telah melampaui 20 juta unit. Besarnya jumlah kendaraan tersebut membuat konsumsi BBM nasional tetap tinggi dari tahun ke tahun.
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, DEN mendorong percepatan program elektrifikasi transportasi. Langkah tersebut mencakup konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik serta pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik di berbagai daerah.
Panas Bumi Jadi Andalan Energi Terbarukan
Selain mendorong elektrifikasi transportasi, pemerintah juga terus mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Salah satu sumber energi yang dinilai memiliki potensi besar adalah panas bumi.
Menurut Dadan, energi panas bumi memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara stabil dan berkelanjutan, berbeda dengan beberapa sumber energi terbarukan lain yang bergantung pada kondisi cuaca.
Ia menegaskan bahwa panas bumi akan menjadi salah satu tulang punggung dalam bauran energi nasional di masa mendatang. Pengalaman pemanfaatan panas bumi selama puluhan tahun menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target transisi menuju energi yang lebih bersih.
“Panas bumi diposisikan sebagai salah satu energi utama dalam bauran energi nasional. Keberhasilannya sudah terbukti selama puluhan tahun dan ini menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Dengan tantangan impor energi yang masih tinggi dan kebutuhan energi yang terus meningkat, pemerintah menilai langkah memperkuat ketahanan energi sekaligus mempercepat transisi energi bersih menjadi strategi yang tidak dapat dipisahkan demi menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.