Selasa, 13 Januari 2026

Kilang Minyak Terbesar RI Resmi Beroperasi, Hemat Impor BBM Rp68 Triliun


 Kilang Minyak Terbesar RI Resmi Beroperasi, Hemat Impor BBM Rp68 Triliun Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden)

BALIKPAPAN, ARAHKITA.COM - Indonesia akhirnya kembali menorehkan sejarah di sektor energi. Setelah menanti selama 32 tahun sejak peresmian kilang terakhir pada 1994, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). ​Proyek raksasa yang berlokasi di Refinery Unit (RU) V ini kini menyandang status sebagai kilang minyak terbesar di Indonesia.

​"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan," ujar Presiden melalui siaran daring di YouTube Sekretariat Presiden.

​Misi Besar: Merdeka dari Ketergantungan Luar Negeri

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, mulai dari kelapa sawit, geotermal, hingga tenaga surya. Baginya, RDMP Balikpapan adalah kunci agar Indonesia tidak lagi mendiktekan nasib energinya kepada negara lain.

​"Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu," tegasnya dikutip Antara.

​Fakta Mengagumkan RDMP Balikpapan

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memaparkan bahwa proyek ini menelan investasi fantastis sebesar Rp123 triliun. Bukan tanpa alasan, modernisasi kilang ini membawa perubahan besar bagi ekonomi nasional:

  • ​Kapasitas Produksi Raksasa: Kilang ini mampu mengolah hingga 360 ribu barel minyak per hari, atau setara dengan 25% total kebutuhan nasional.
  • ​Standar Dunia: Kualitas BBM yang dihasilkan naik kelas dari Euro II menjadi Euro V (kandungan sulfur hanya 10 ppm), sehingga jauh lebih ramah lingkungan.
  • ​Efisiensi Anggaran: Kehadiran kilang ini diprediksi menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun.
  • ​Suntikan Ekonomi: Kontribusi terhadap PDB nasional diperkirakan mencapai Rp514 triliun.

​Lebih dari Sekadar Bensin

Selain memperkuat stok BBM nasional, RDMP Balikpapan juga dirancang untuk memacu hilirisasi industri petrokimia dan produksi Elpiji. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sumber daya yang kita miliki.

​Dengan beroperasinya kilang ini, Indonesia kini memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk mencapai swasembada energi di masa depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru