Dua Emiten Baru Resmi Melantai di BEI, Raih Dana IPO Rp517 Miliar dan Langsung Diburu Investor


 Dua Emiten Baru Resmi Melantai di BEI, Raih Dana IPO Rp517 Miliar dan Langsung Diburu Investor PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melangsungkan seremoni pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (8/7/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pasar modal Indonesia kembali bergairah dengan hadirnya dua emiten baru yang resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) berhasil menghimpun dana sekitar Rp517,57 miliar. Menariknya, kedua saham tersebut langsung mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan perdana, mencerminkan tingginya minat investor terhadap emiten baru.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan pencatatan saham perdana bukan sekadar langkah memperoleh pendanaan, tetapi juga menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing.

"Semoga langkah ini menjadi awal perjalanan baru bagi kedua perusahaan untuk memperluas dampak, memperkuat daya saing, serta bertumbuh secara berkelanjutan bersama pasar modal Indonesia," ujar Saidu di Main Hall BEI, Jakarta.

BACH Raup Rp271,83 Miliar, Saham Langsung Sentuh ARA

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melepas 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp442 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp271,83 miliar.

Antusiasme investor terlihat sejak hari pertama perdagangan. Saham BACH langsung melonjak 24,43 persen hingga menyentuh level Rp550 per saham, sekaligus mencapai batas atas kenaikan harian (Auto Reject Atas/ARA).

Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menjelaskan sekitar 70 persen dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian generator set (genset) guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan.

Sementara 30 persen sisanya akan dialokasikan untuk membayar sebagian pinjaman bank sehingga struktur permodalan perusahaan menjadi lebih kuat dan tingkat leverage dapat ditekan.

EMMI Fokus Ekspansi Pabrik dan Bisnis Alat Kesehatan

Di sisi lain, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) menawarkan 522,85 juta saham baru atau setara 30 persen modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp470 per saham.

Pada perdagangan perdana hingga pukul 10.59 WIB, saham EMMI juga mencatat performa positif dengan kenaikan 20,21 persen menjadi Rp565 per saham.Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, mengatakan dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas kapasitas produksi, serta memenuhi kebutuhan modal kerja dikutip Antara.

Selain itu, sebagian dana juga akan digunakan untuk melunasi sebagian pinjaman bank, membangun gedung pabrik baru di Cikupa, membeli persediaan, serta mendukung proyek pengadaan alat kesehatan.

IPO Jadi Momentum Pertumbuhan

Kehadiran BACH dan EMMI menambah daftar perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Keberhasilan keduanya menarik minat investor sejak hari pertama perdagangan juga menunjukkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis emiten baru di Bursa Efek Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru