Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato dalam Puncak Peringatan Hari Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan harus kembali menjadi arah utama pembangunan nasional. Menurutnya, konsep tersebut merupakan amanat para pendiri bangsa yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan menjadi kunci untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo menilai pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan pertumbuhan angka semata, tetapi juga harus membuka kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkembang. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat ekonomi berbasis kekeluargaan, termasuk melalui penguatan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Cukup lama kita berjuang untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi ke arah yang dirancang oleh pendiri-pendiri bangsa kita, yaitu ekonomi kekeluargaan, ekonomi kerakyatan, ekonomi di mana semua unsur harus berperan dan harus diberi kesempatan," ujar Prabowo.
Kritik terhadap Kapitalisme Neoliberal
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung konsep kapitalisme neoliberal yang selama beberapa dekade berkembang di berbagai negara. Menurutnya, teori trickle-down effect atau anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi akan otomatis mengalir hingga ke masyarakat bawah, terbukti tidak mampu menghadirkan kesejahteraan secara merata.
Ia mengaku sejak lama telah meragukan efektivitas pendekatan tersebut.
"Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak akan membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," kata Prabowo.
Presiden juga menilai sejumlah negara Barat yang sebelumnya menjadi pelopor kebijakan neoliberal kini mulai mengubah arah kebijakan ekonominya. Banyak negara, kata dia, semakin mengutamakan perlindungan terhadap kepentingan nasional dan memperkuat ekonomi domestik.
Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Nasional
Sebagai bagian dari strategi pembangunan, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.
"Saya tidak akan ragu-ragu, saya akan terus membela dan memperkuat bangsa Indonesia dan rakyat Indonesia. Saya minta kesabaran," tegasnya dikutip Antara.
Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankan mandat rakyat melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.