BEI Umumkan 51 Saham Berkategori HSC, Otomatis Keluar dari LQ45, IDX30, dan IDX80


 BEI Umumkan 51 Saham Berkategori HSC, Otomatis Keluar dari LQ45, IDX30, dan IDX80 Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik (tengah) menggelar konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Kali ini, total terdapat 51 emiten yang masuk dalam daftar tersebut.

Masuknya suatu saham ke kategori HSC membawa konsekuensi penting. Saham-saham tersebut secara otomatis tidak lagi menjadi bagian dari indeks utama BEI, seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan penambahan ini berasal dari 37 saham baru, sehingga jumlah keseluruhan saham HSC meningkat dari sebelumnya 14 saham menjadi 51 saham.

"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria High Shareholding Concentration, sehingga total saham yang ada di dalam HSC menjadi 51 saham," ujar Jeffrey di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Mengapa Jumlah Saham HSC Bertambah?

BEI menjelaskan penambahan tersebut terjadi setelah diterapkannya kriteria baru, yakni Price Impact Ratio, untuk menilai saham-saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

Indikator ini mengukur seberapa besar perubahan harga saham dibandingkan dengan tingkat aktivitas perdagangannya (velocity). Velocity sendiri dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham yang beredar di publik (free float).

Semakin rendah volume perdagangan tetapi perubahan harga saham sangat besar, maka nilai Price Impact Ratio akan semakin tinggi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu indikator saham masuk kategori HSC.

Evaluasi Dilakukan Setiap Tiga Bulan

BEI menegaskan evaluasi daftar saham HSC akan dilakukan setiap tiga bulan, mengikuti siklus evaluasi indeks-indeks utama di Bursa Efek Indonesia.Selain menggunakan indikator tersebut, BEI juga tetap melakukan pengawasan terhadap berbagai faktor lain yang berpotensi memengaruhi perdagangan saham.

Apa Itu Saham HSC?

High Shareholding Concentration (HSC) adalah kondisi ketika sebagian besar saham suatu perusahaan dikuasai oleh segelintir pemegang saham atau kelompok afiliasi.

Akibatnya, jumlah saham yang benar-benar beredar di publik (free float) menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi likuiditas perdagangan sekaligus meningkatkan potensi pergerakan harga yang lebih tajam.

Daftar Lengkap 51 Saham HSC Versi BEI

  1. AGII – PT Samator Indo Gas Tbk
  2. BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk
  3. DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
  4. IFSH – PT Ifishdeco Tbk
  5. MGLV – PT Panca Anugrah Wisesa Tbk
  6. RLCO – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk
  7. ROCK – PT Rockfields Properti Indonesia Tbk
  8. SOTS – PT Satria Mega Kencana Tbk
  9. WBSA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk
  10. TCPI – PT Transcoal Pacific Tbk
  11. MGRO – PT Mahkota Group Tbk
  12. SATU – PT Kota Satu Properti Tbk
  13. DGWG – PT Delta Giri Wacana Tbk
  14. HATM – PT Habco Trans Maritima Tbk
  15. DCII – PT DCI Indonesia Tbk
  16. BYAN – PT Bayan Resources Tbk
  17. DNET – PT Indoritel Makmur Internasional Tbk
  18. MORA – PT Ekamas Mora Republik Tbk
  19. SRAJ – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
  20. BNLI – PT Bank Permata Tbk
  21. BINA – PT Bank Ina Perdana Tbk
  22. PGUN – PT Pradiksi Gunatama Tbk
  23. SOHO – PT Soho Global Health Tbk
  24. RISE – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
  25. FAPA – PT FAP Agri Tbk
  26. SILO – PT Siloam International Hospitals Tbk
  27. BBSI – PT Krom Bank Indonesia Tbk
  28. BTPN – PT Bank SMBC Indonesia Tbk
  29. STTP – PT Siantar Top Tbk
  30. MLPT – PT Multipolar Technology Tbk
  31. GEMS – PT Golden Energy Mines Tbk
  32. BELI – PT Global Digital Niaga Tbk
  33. MPRO – PT Maha Properti Indonesia Tbk
  34. PRAY – PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
  35. SMAR – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
  36. CMNT – PT Cemindo Gemilang Tbk
  37. MKPI – PT Metropolitan Kentjana Tbk
  38. KONI – PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
  39. YUPI – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk
  40. FITT – PT Hotel Fitra International Tbk
  41. ALII – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk
  42. KING – PT Hoffmen Cleanindo Tbk
  43. FILM – PT MD Entertainment Tbk
  44. ELPI – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
  45. POLU – PT Golden Flower Tbk
  46. LIFE – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
  47. MCOL – PT Prima Andalan Mandiri Tbk
  48. BNII – PT Bank Maybank Indonesia Tbk
  49. BBHI – PT Allo Bank Indonesia Tbk
  50. MEGA – PT Bank Mega Tbk
  51. CMNP – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru