Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik (tengah) menggelar konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/ Muhammad Heriyanto
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Kali ini, total terdapat 51 emiten yang masuk dalam daftar tersebut.
Masuknya suatu saham ke kategori HSC membawa konsekuensi penting. Saham-saham tersebut secara otomatis tidak lagi menjadi bagian dari indeks utama BEI, seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan penambahan ini berasal dari 37 saham baru, sehingga jumlah keseluruhan saham HSC meningkat dari sebelumnya 14 saham menjadi 51 saham.
Baca juga:
IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, Investor Pantau The Fed, AI hingga Sentimen Timur Tengah"Kami akan segera mengumumkan ada 37 saham baru masuk dalam kriteria High Shareholding Concentration, sehingga total saham yang ada di dalam HSC menjadi 51 saham," ujar Jeffrey di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Mengapa Jumlah Saham HSC Bertambah?
Baca juga:
IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, Investor Pantau The Fed, AI hingga Sentimen Timur TengahBEI menjelaskan penambahan tersebut terjadi setelah diterapkannya kriteria baru, yakni Price Impact Ratio, untuk menilai saham-saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.
Indikator ini mengukur seberapa besar perubahan harga saham dibandingkan dengan tingkat aktivitas perdagangannya (velocity). Velocity sendiri dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan jumlah saham yang beredar di publik (free float).
Semakin rendah volume perdagangan tetapi perubahan harga saham sangat besar, maka nilai Price Impact Ratio akan semakin tinggi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu indikator saham masuk kategori HSC.
Evaluasi Dilakukan Setiap Tiga Bulan
BEI menegaskan evaluasi daftar saham HSC akan dilakukan setiap tiga bulan, mengikuti siklus evaluasi indeks-indeks utama di Bursa Efek Indonesia.Selain menggunakan indikator tersebut, BEI juga tetap melakukan pengawasan terhadap berbagai faktor lain yang berpotensi memengaruhi perdagangan saham.
Apa Itu Saham HSC?
High Shareholding Concentration (HSC) adalah kondisi ketika sebagian besar saham suatu perusahaan dikuasai oleh segelintir pemegang saham atau kelompok afiliasi.
Akibatnya, jumlah saham yang benar-benar beredar di publik (free float) menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut dapat memengaruhi likuiditas perdagangan sekaligus meningkatkan potensi pergerakan harga yang lebih tajam.
Daftar Lengkap 51 Saham HSC Versi BEI