Chief Marketing Indodax Aloysia Dian. ANTARA/HO-Indodax
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Industri aset kripto memasuki babak baru. Jika selama ini blockchain identik dengan mata uang kripto, kini teknologi tersebut mulai dimanfaatkan untuk merepresentasikan aset nyata atau Real World Assets (RWA) dalam bentuk token digital.
Tren tokenisasi aset ini dinilai berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru bagi industri kripto global. Selain membuka akses investasi yang lebih luas, teknologi tersebut juga diyakini mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan inklusi di sektor keuangan.
Chief Marketing Indodax, Aloysia Dian, mengatakan perkembangan tokenisasi aset menjadi salah satu inovasi paling menjanjikan dalam ekosistem blockchain karena mampu menjembatani dunia keuangan konvensional dengan teknologi digital.
Baca juga:
Arab Saudi Lirik Investasi Sektor Transportasi Indonesia, Fokus pada Maritim dan PenerbanganMengacu pada laporan Citi Institute bertajuk Tokenization 2030, nilai aset dunia yang ditokenisasi diperkirakan mencapai 5,5 triliun dolar AS pada 2030, melonjak jauh dibandingkan valuasi pasar saat ini yang berada di kisaran 17 miliar dolar AS.
"Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain," ujar Aloysia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Akses Investasi Global Semakin Terbuka
Menurut Aloysia, tokenisasi memungkinkan berbagai aset, mulai dari saham, obligasi, komoditas hingga aset alternatif lainnya, direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperdagangkan melalui teknologi blockchain secara lebih efisien.
Bagi investor, inovasi ini menghadirkan pilihan investasi yang semakin beragam sekaligus memperluas akses terhadap aset global yang sebelumnya sulit dijangkau.
Saat ini Indodax telah menyediakan lebih dari 20 aset bertema Real World Assets (RWA), termasuk tujuh tokenized stocks yang mengikuti pergerakan harga saham perusahaan-perusahaan global seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.
Kehadiran produk tersebut dinilai dapat membantu investor melakukan diversifikasi portofolio sekaligus memperoleh eksposur terhadap berbagai sektor ekonomi dunia.
Minat Investor Terus Meningkat
Aloysia menilai kategori aset berbasis RWA terus menunjukkan pertumbuhan, baik dari sisi aktivitas perdagangan maupun jumlah investor sepanjang tahun.Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital yang didukung aset dunia nyata semakin besar.
Ia menambahkan, perkembangan ini juga menunjukkan bahwa blockchain kini berkembang menjadi infrastruktur keuangan digital yang lebih luas, tidak lagi hanya identik dengan aset kripto.
Regulasi Jadi Kunci Perkembangan
Meski prospeknya dinilai cerah, Aloysia mengingatkan bahwa perkembangan tokenisasi aset tetap membutuhkan dukungan regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.
"Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan," katanya dikutip Antara.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026–2031 telah memasukkan pengembangan tokenisasi aset sebagai salah satu agenda strategis.
Selain tokenisasi aset, roadmap tersebut juga mencakup pengembangan regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), hingga penguatan keamanan siber guna memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.