Danantara Siap Dukung Bali Jadi Pusat Keuangan Global, Incar Investor Kelas Dunia


 Danantara Siap Dukung Bali Jadi Pusat Keuangan Global, Incar Investor Kelas Dunia Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (kedua kanan) saat memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir (ketiga kanan) serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII di Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/HO-BP BUMN

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Ke depan, Pulau Dewata juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat keuangan internasional yang mampu menarik investor global. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Danantara menyatakan siap mengambil peran strategis dalam pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing Indonesia di sektor keuangan, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembangunan PFII bukan sekadar menghadirkan kawasan bisnis baru.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia," ujar Dony di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Belajar dari Kesuksesan Dubai

Sebagai acuan, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark. Kawasan tersebut dinilai berhasil mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan paling berpengaruh di dunia.

DIFC dikenal memiliki berbagai keunggulan, mulai dari insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun, menjadi rumah bagi lebih dari 50.000 profesional, hingga mendapat julukan "Wall Street of MEASA" karena perannya sebagai pusat keuangan kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan.

Melalui penerapan praktik-praktik terbaik tersebut, Indonesia berharap PFII Bali mampu menarik lebih banyak investasi internasional, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan global.

Danantara Siapkan Strategi Investasi

Keseriusan pemerintah terlihat dari rapat yang dipimpin Dony Oskaria pada Selasa (14/7/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir bersama jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara.

Rapat membahas berbagai langkah strategis, mulai dari penyusunan strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar internasional, hingga optimalisasi peran Danantara dalam pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII.

Menurut Dony, keberadaan ekosistem keuangan yang kompetitif akan menjadi fondasi penting untuk menarik investasi berkualitas ke Indonesia.

"Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," katanya dikutip Antara.

Bali Diproyeksikan Menjadi Magnet Investasi

Melalui sinergi antara pemerintah dan Danantara, PFII Bali diharapkan berkembang menjadi magnet baru bagi investor internasional.

Jika terealisasi sesuai rencana, kawasan ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional, tetapi juga menjadi motor baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru