Kamis, 01 Oktober 2026

RAPBN 2027: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6 Persen


 RAPBN 2027: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 6 Persen Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj/pri.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Target pertumbuhan ekonomi 6 persen itu lebih tinggi dibandingkan sasaran dalam APBN 2026 yang berada di level 5,4 persen.

Presiden Prabowo mengatakan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat, rasional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.“Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen,” kata Prabowo.

Belanja Negara Naik Menjadi Rp4.097,2 Triliun

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah merancang belanja negara pada 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pagu APBN 2026 yang mencapai Rp3.842,7 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara pada 2027 diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

Adapun pembiayaan anggaran direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, dengan defisit anggaran berada di level 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit tersebut lebih rendah dibandingkan rencana defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen dari PDB, dengan pembiayaan sebesar Rp689,1 triliun.

Angka ini menunjukkan pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal.

Inflasi Ditargetkan Tetap 2,5 Persen

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro untuk 2027.

Inflasi ditargetkan berada di kisaran 2,5 persen, sementara imbal hasil atau tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diperkirakan sebesar 6,9 persen.

Untuk nilai tukar, pemerintah menggunakan asumsi rupiah berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan berada di level 75 dolar AS per barel.

Pemerintah juga menargetkan lifting minyak sebesar 610.000 barel per hari dan lifting gas sebesar 954.000 barel setara minyak per hari.

Kemiskinan dan Pengangguran Jadi Perhatian

Target RAPBN 2027 tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 turun ke kisaran 6,0–6,5 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan sasaran APBN 2026 yang berada di rentang 6,5–7,5 persen.

Pemerintah menilai penurunan kemiskinan akan didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta penggunaan APBN yang semakin efektif.

Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun menjadi 4,30–4,87 persen pada 2027. Sebagai pembanding, target pada 2026 berada di kisaran 4,44–4,96 persen.

Pemerintah juga menargetkan perbaikan distribusi pendapatan. Rasio Gini pada 2027 ditargetkan berada di rentang 0,362–0,367, membaik dibandingkan target 2026 sebesar 0,377–0,380.

Sementara itu, indeks modal manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.

Ekonomi Semester I 2026 Tumbuh 5,45 Persen

Optimisme pemerintah untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027 tidak terlepas dari perkembangan ekonomi nasional sepanjang 2026.

Perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tercatat tumbuh 5,45 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sebelumnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2026 pada Jumat pagi, Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen hingga akhir tahun.

Menurut Presiden, target tersebut dapat dicapai apabila pemerintah menjalankan kebijakan yang tepat dan rasional.

“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” ujar Prabowo dikutip Antara.

Dengan target pertumbuhan 6 persen pada 2027, pemerintah berharap momentum penguatan ekonomi dapat berlanjut sekaligus memberikan dampak lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru