Wouw, 100 BUMDes Bakal Tumbuh Hebat di NTT


 Wouw, 100 BUMDes Bakal Tumbuh Hebat di NTT Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa tingkat Provinsi NTT Tahun 2019 di Kupang, Jumat (5/4). (Antaranews)

KUPANG, ARAHKITA.COM - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menargetkan 100 badan usaha milik desa (BUMDes) di provinsi setempat yang bisa tumbuh pesat dalam masa pemerintahannya.

"Dari sekian banyak BUMDes di NTT, saya inginkan ada 100 saja bisa bertumbuh hebat atau pesat maka itu sudah luar biasa," katanya dalam rapat koordinasi Program Inovasi Desa di Kupang, Jumat (5/4/2019), yang diikuti ratusan elemen pemerintahan hingga tingkat desa se-NTT.

Ia mengatakan, pemerintah pusat telah menyalurkan dana desa yang cukup besar untuk NTT dan di tahun 2019 jumlahnya mencapai Rp3,2 triliun lebih.

Untuk itu, lanjutnya, ia meminta pemerintah daerah hingga tingkat desa agar memanfaatkan dana ini semaksimal mungkin untuk usaha produktif yang dikelola BUMDes.

"Jangan mengharapkan banyak-banyak tapi kalau 100 saja kita punya BUMDes bertumbuh hebat maka akan menjadi gerakan untuk yang lainnya," katanya.

"Jangan kita bikin seribu BUMDes tapi mati semua, 100 saja tapi yang betul-betul hebat," katanya.

Gubernur juga meminta para kepala desa yang hadir dalam kesempatan itu agar membentuk pengurus BUMDes yang memiliki kualitas karakter kepemimpinan yang hebat.

"Pilihlah orang-orang di BUMDes yang memiliki karakter teruji dan mampu bekerja melampaui standar sehingga bisa bertumbuh cepat dan hebat," katanya sebagaimana diberitakan Antara.

Kegiatan rapat koordinasi ini dihadiri lebih sekitar 280-an orang yang meliputi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) serta Bappeda provinsi dan kabupaten, Konsultan Pendamping Wilayah V, pemangku kepentingan kabupaten. Selain itu, tim inovasi kabupaten, tenaga ahli kabupaten, para camat, tim pengelola inovasi desa, serta para pendamping desa.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru