Selasa, 13 Januari 2026

​Realita Biaya Nikah Gen Z 2026: Lebih Pilih Wedding Content Creator Daripada Souvenir?


 ​Realita Biaya Nikah Gen Z 2026: Lebih Pilih Wedding Content Creator Daripada Souvenir? Beberapa tren pernikahan Gen Z yang viral di media sosial. (Freepik/@v.ivash)

SETIAP dua dekade, tren pernikahan selalu punya "wajah" baru. Sekarang, giliran Gen Z yang memegang kendali. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang seringkali manut pada kemauan orang tua, Gen Z hadir dengan prinsip: "My wedding, my rules."

​Menurut perencana pernikahan José Rolón, Gen Z adalah generasi yang berani mendobrak tradisi lama. Mereka nggak lagi melakukan sesuatu cuma karena "biasanya memang begitu." Fokusnya sekarang adalah makna, suasana (vibe), dan tentu saja—estetika yang Instagrammable.

​Lebih Mandiri, Lebih Personal

​Menariknya, Gen Z cenderung lebih mandiri secara finansial dalam membiayai hari bahagia mereka. Karena bayar pakai kantong sendiri, mereka jadi punya kontrol penuh. Gak ada lagi drama harus mengundang kerabat jauh yang nggak dikenal.

​Fotografer pernikahan Alicia Rinka mencatat bahwa Gen Z sangat memprioritaskan autentisitas. Mereka lebih suka venue yang nggak biasa, sangat peduli pada isu keberlanjutan (sustainability), dan inklusivitas. Pernikahan bukan lagi sekadar upacara, tapi sebuah statement identitas.

​Ke Mana Larinya Uang Mereka?

Meskipun angka total pengeluaran mungkin mirip dengan Milenial (berkisar di angka yang cukup signifikan tergantung skala), alokasi budget-nya berubah drastis:

  • Bukan Souvenir, Tapi Konten: Gen Z rela memangkas budget souvenir atau undangan fisik demi menyewa Wedding Content Creator. Mereka ingin momen behind-the-scenes yang langsung siap tayang di TikTok atau Instagram Reels.
  • Micro-Wedding & Intimate Trip: Banyak yang memilih tamu sedikit (75-100 orang) agar bisa punya budget lebih untuk bulan madu mewah atau DP rumah.
  • DIY yang Berkelas: Sentuhan personal seperti kamera Polaroid di setiap meja atau photobooth estetik lebih dipilih daripada dekorasi bunga yang berlebihan tapi kaku.

​7 Faktor Utama yang Memengaruhi Angka Pernikahan Gen Z

Kenapa biaya nikah sekarang terasa berbeda? Ini beberapa faktor kuncinya:

​1. Kenaikan Biaya Hidup (Inflasi)

Tak bisa dipungkiri, harga bahan baku hingga sewa venue naik. Hal ini memaksa Gen Z jadi lebih selektif. Mereka sering bertanya, "Ini beneran perlu nggak, ya?" sebelum mengeluarkan uang.

​2. Tren "Sober Wedding" (Minim Alkohol)

Berbeda dengan pesta zaman dulu, Gen Z banyak yang beralih ke konsep mocktail bar atau bahkan coffee station yang lebih hemat biaya sekaligus lebih ramah untuk semua tamu.

​3. Investasi pada Fotografi & Videografi

Bagi Gen Z, dokumentasi adalah segalanya. Mereka lebih memilih membayar fotografer mahal yang punya gaya candid dan otentik daripada dekorasi pelaminan yang megah tapi membosankan.

​4. Transparansi Vendor

Gen Z nggak suka harga "bisik-bisik". Mereka lebih memilih vendor yang transparan dengan paket à la carte yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan (dan kantong) mereka.

​5. Desain yang Mendobrak Pakem

Lupakan buket bunga besar atau korsase seragam. Gen Z lebih suka membawa tas tangan pengantin yang unik atau menggunakan elemen dekorasi yang bisa didaur ulang.

​6. Prioritas Pengalaman Tamu

Daripada pesta formal yang kaku, Gen Z lebih suka pesta setelah pernikahan (after-party) yang seru dengan DJ atau hiburan interaktif yang bikin tamu betah.

​7. Kemandirian Finansial

Data menunjukkan sekitar sepertiga Gen Z membayar penuh pernikahan mereka sendiri. Inilah yang membuat mereka merasa berhak membuang tradisi yang dianggap tidak relevan.

​Pesan Untuk Kamu yang Lagi Planning Nikah

Intinya, pernikahan Gen Z adalah tentang merayakan cinta dengan cara yang paling jujur. Seperti kata Courtney Alev dari Intuit Credit Karma, "Ingatlah bahwa intinya adalah merayakan cinta Anda. Gaun dan hiasan meja bukanlah hal yang paling akan diingat selamanya."

Jadi, buat kamu para Gen Z, jangan takut untuk beda. Mau nikah di taman belakang atau cuma di KUA lalu makan enak bareng sahabat? Go for it! Yang penting, memori yang tercipta nggak bikin kantong jebol setelah acara selesai.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Finansialku Terbaru