China Siapkan Ekspansi Pasar Karbon Nasional untuk Semua Industri Utama pada 2027


 China Siapkan Ekspansi Pasar Karbon Nasional untuk Semua Industri Utama pada 2027 Ilustrasi - Foto udara perangkat tenaga angin di area industri rendah (nol) emisi karbon dioksida di Sheyang, Yancheng, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 6 Juni 2024. (ANTARA/Xinhua/Yang Lei)

BEIJING, ARAHKITA.COM - China semakin mempertegas ambisi menjadi pemimpin ekonomi hijau dunia. Pemerintah Negeri Tirai Bambu menetapkan target untuk memperluas cakupan pasar karbon nasional hingga melibatkan seluruh pelaku industri utama pada tahun 2027. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup China menyebut bahwa kebijakan tersebut selaras dengan arah Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 (2026–2030), yang menekankan pemanfaatan mekanisme pasar untuk menurunkan emisi. Dengan memperluas Bursa Perdagangan Emisi Karbon, pemerintah ingin memastikan lebih banyak sektor industri ikut bertanggung jawab terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.

Saat ini, otoritas terkait telah menyiapkan persiapan teknis untuk memasukkan sejumlah sektor baru seperti industri kimia, petrokimia, penerbangan sipil, hingga manufaktur kertas. Sektor-sektor tersebut akan menyusul industri baja, semen, dan peleburan aluminium yang mulai terintegrasi pada Maret 2025.

Untuk industri yang sudah bergabung, pemerintah juga telah menerbitkan rencana alokasi kuota emisi. Perusahaan-perusahaan wajib memenuhi kuota emisi 2024 paling lambat pada akhir tahun ini, sementara kuota emisi 2025 akan diberikan pada semester pertama tahun depan dan harus dipenuhi maksimal akhir 2026 dilansir Antara.

Pejabat kementerian Xia Yingxian menjelaskan bahwa perluasan pasar karbon ini akan memperkuat akuntabilitas pengurangan emisi sekaligus mendorong investasi teknologi ramah lingkungan di sektor industri berat. Pemerintah menegaskan, sektor baru hanya dapat bergabung jika telah memenuhi standar pelaporan data dan emisi yang ketat.

Dengan kebijakan ini, China tidak hanya menekan emisi nasional, tetapi juga mempercepat lahirnya ekonomi yang lebih kompetitif, efisien, dan berkelanjutan di masa depan.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Green Economy Insight Terbaru