Daun Beluntas Terbukti Hambat Protein HIV, Ini Temuan Inovatif Peneliti UI


 Daun Beluntas Terbukti Hambat Protein HIV, Ini Temuan Inovatif Peneliti UI Daun Beluntas memiliki kandungan aktif yang mampu menghambat protein penting dalam virus HIV. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Siapa sangka daun beluntas yang kerap tumbuh liar di pekarangan rumah ternyata menyimpan potensi besar dalam dunia pengobatan? Peneliti dari Universitas Indonesia (UI), Ni Putu Ermi Hikmawanti, mengungkap bahwa tanaman ini memiliki kandungan aktif yang mampu menghambat protein penting dalam virus HIV.

"Beluntas sangat mudah dijumpai di berbagai daerah Indonesia. Ini merupakan sumber herbal yang murah namun punya potensi luar biasa," jelas Ermi dalam keterangan resmi, Senin (14/7/2025).

Ermi memilih daun beluntas (Pluchea indica L.) karena kandungan senyawa fenoliknya yang tinggi, serta rekam jejaknya yang panjang dalam pengobatan tradisional Nusantara. Yang menarik, proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut ramah lingkungan berbasis bahan hayati, yakni Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) — alternatif pelarut yang lebih aman dan berkelanjutan.

Melalui serangkaian uji laboratorium, Ermi menemukan bahwa kombinasi glisin dan asam laktat dalam rasio 1:3, ditambah 50 persen air, menghasilkan formulasi NADES yang paling optimal. Dari proses ini, berhasil diisolasi senyawa utama bernama 3,5-dikafeoilquinat (3,5-DCQA).

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan antiretroviral yang menjanjikan. Bahkan, dalam uji in silico, 3,5-DCQA terbukti dapat menghambat protein gp120 HIV-1, yaitu komponen penting dalam fase awal infeksi HIV.

Riset ini terangkum dalam karya ilmiah berjudul “Pemanfaatan NADES sebagai Pelarut Ekstraksi Daun Beluntas dan Pemisahan Asam Dikafeoilquinat serta Aktivitas Antioksidan dan Antiretroviralnya”. Temuan tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan obat herbal berbasis bahan alam lokal yang aman dan efektif.

"Penelitian ini tidak hanya menunjukkan potensi beluntas dalam bidang farmasi, tetapi juga memperkuat posisi NADES sebagai pelarut masa depan dalam ekstraksi senyawa aktif," tambah Ermi dikutip Antara.

Dengan temuan ini, beluntas tidak lagi sekadar tanaman pagar. Ia bisa menjadi bagian dari solusi global terhadap HIV, sekaligus menunjukkan bahwa sumber daya hayati Indonesia mampu bersaing dalam pengembangan fitofarmaka berkelas dunia.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Herbal Medicine Terbaru