G-Pluck Hentakkan Jakarta International Velodrome dengan Nostalgia Musik The Beatles


 G-Pluck Hentakkan Jakarta International Velodrome dengan Nostalgia Musik The Beatles Tribute to The Beatles: Across The Universe Across The Generation (©Merdeka.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Jakarta kembali bergema dengan semangat era 60-an saat ribuan penggemar musik berkumpul di Jakarta International Velodrome untuk menyaksikan konser spesial Tribute to The Beatles. Grup band G-Pluck, yang telah dikenal luas sebagai band tribut The Beatles terbaik di Asia, menjadi bintang utama dalam acara ini.

Dengan energi panggung yang luar biasa dan aransemen musik yang autentik, G-Pluck berhasil menghidupkan kembali keajaiban musikal John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr. Lagu-lagu legendaris seperti "Yesterday", "I Want to Hold Your Hand", dan "Twist and Shout" menggema di seluruh arena, membawa penonton dari berbagai generasi larut dalam suasana nostalgia yang hangat.

“Kami membentuk G-Pluck sejak 1998 karena kecintaan yang besar terhadap The Beatles. Kini, hampir 30 tahun berjalan, kami masih merasakan semangat dan cinta yang sama dari para penggemar di seluruh dunia,” ujar vokalis sekaligus bassis Awan Garnida di atas panggung sebelum menyanyikan lagu "Girl".

Penampilan G-Pluck malam itu tak hanya sekadar konser, tetapi juga menjadi pengalaman musikal yang merayakan warisan abadi The Beatles. Dengan mengenakan kostum khas yang merepresentasikan berbagai era The Beatles, G-Pluck menampilkan sekitar 40 lagu dari tiga periode penting perjalanan band asal Liverpool itu.

Konser ini merupakan bagian dari rangkaian tur Tribute to The Beatles yang dirancang khusus untuk mengajak para Beatlemania Indonesia mengenang masa-masa kejayaan band legendaris tersebut. Penonton diajak bernyanyi bersama dalam lagu-lagu monumental seperti "Hey Jude", "Ob-La-Di, Ob-La-Da", hingga "Let It Be", menciptakan malam yang tak terlupakan hingga pukul 23:00 WIB.

Suasana penuh cinta, kenangan, dan musik abadi menjadi bukti bahwa pengaruh The Beatles tetap hidup, bahkan puluhan tahun setelah mereka bubar. G-Pluck pun membuktikan bahwa musik bisa melampaui generasi, dan nostalgia bisa menjadi jembatan emosional yang kuat antarwaktu.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru