Loading
Mantan Penyanyi K-pop NCT, Taeil .(Taeil/Instagram)
SEOUL, ARAHKITA.COM – Mantan anggota boy group K-pop NCT, Taeil, dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan terhadap seorang turis asing yang sedang mabuk berat di kawasan hiburan malam Itaewon, Seoul.
Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyatakan bahwa Taeil, 31 tahun, bersama dua rekannya yang diidentifikasi sebagai Lee dan Hong, melakukan serangan seksual terhadap korban dalam kondisi tidak sadar. Ketiganya didakwa pada Maret lalu atas tuduhan pelecehan seksual yang terjadi pada Juni 2024.
Kejahatan Dilakukan secara Kolektif
Ketiga pelaku terbukti secara bergantian melakukan tindakan seksual terhadap korban yang dalam kondisi mabuk berat hingga tidak bisa melawan. Kasus ini dikategorikan sebagai “pemerkosaan semu khusus”, yakni tindak kejahatan seksual yang melibatkan dua orang atau lebih terhadap korban yang tidak sadar.
“Para terdakwa melakukan serangan seksual terhadap korban dalam kondisi yang sangat rentan, dan sifat kejahatannya tergolong berat,” bunyi putusan pengadilan, dikutip dari The Korea Herald. Pengadilan juga mencatat bahwa korban, sebagai turis asing di lingkungan yang asing, kemungkinan mengalami tekanan psikologis yang serius.
Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Jaksa sebelumnya menuntut hukuman tujuh tahun penjara, namun hakim menjatuhkan hukuman 42 bulan (3,5 tahun) karena para terdakwa merupakan pelaku pertama kali, telah mengakui kesalahan, berdamai dengan korban, dan korban tidak ingin melanjutkan proses pidana.
Selain hukuman penjara, pengadilan juga memerintahkan ketiganya untuk mengikuti program rehabilitasi pelaku kekerasan seksual selama 40 jam.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula saat Taeil dan dua rekannya bertemu korban di sebuah bar di Itaewon. Korban yang sudah dalam kondisi mabuk berat diduga dibantu oleh Taeil masuk ke dalam taksi menuju rumah Lee. Taeil dan Hong kemudian menyusul ke lokasi tersebut, dan ketiganya melakukan serangan seksual saat korban tidak sadarkan diri.
Kasus ini menjadi sorotan setelah muncul laporan media bahwa Taeil telah diperiksa oleh kepolisian. Tak lama setelah itu, pada Agustus 2024, SM Entertainment mengumumkan bahwa Taeil dikeluarkan dari grup NCT karena terlibat dalam kasus hukum serius.
“Kami telah mengonfirmasi bahwa Taeil menjadi terdakwa dalam kasus pidana terkait kejahatan seksual. Setelah diskusi internal, diputuskan bahwa Taeil tidak akan lagi melanjutkan aktivitas bersama grup,” demikian pernyataan resmi SM Entertainment saat itu dilansir dari The Independent.
Karier Taeil Sebelum Kasus
Moon Tae Il memulai debutnya bersama NCT pada 2016 dan tergabung dalam subunit NCT U dan NCT 127. Bersama NCT 127, ia turut merilis album Sticker pada 2021 yang menembus peringkat tiga di tangga lagu Billboard 200, menjadi salah satu pencapaian tertinggi NCT secara global.
Namun sejak munculnya tuduhan kasus pada 2024, aktivitas musik NCT mengalami jeda. Belum ada perilisan musik baru dari grup tersebut sejak saat itu.
Reaksi Penggemar
Kasus ini memicu reaksi luas di media sosial, khususnya dari kalangan penggemar K-pop. Banyak yang merasa hukuman penjara 3,5 tahun terlalu ringan dibanding beratnya kejahatan.
"Bayangkan, dia dihukum lebih singkat dari waktu tempuh menyelesaikan kuliah," tulis seorang pengguna X.
“Apakah harus melakukan kejahatan lebih dari sekali agar bisa dipenjara seumur hidup?” tanya warganet lainnya dengan nada kesal.