Selasa, 27 Januari 2026

Angka Fantastis di Balik Tur Comeback BTS yang Diprediksi Tembus 1 Miliar Dolar


 Angka Fantastis di Balik Tur Comeback BTS yang Diprediksi Tembus 1 Miliar Dolar Angka Fantastis di Balik Tur Comeback BTS yang Diprediksi Tembus 1 Miliar Dolar

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kembalinya BTS ke panggung tur global pada 2026 diperkirakan akan menghasilkan pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS.

Perkiraan ini muncul seiring persiapan boyband asal Korea Selatan tersebut untuk comeback skala penuh pertama mereka sejak sebelum pandemi Covid-19 yang melumpuhkan industri musik live dunia.

BTS dijadwalkan merilis album baru pada musim semi 2026, disusul tur dunia besar-besaran yang mencakup 79 pertunjukan di 34 kota pada 23 negara di lima benua. Tur tersebut akan berlangsung dari April 2026 hingga Maret 2027 dan menjadi tur penuh pertama BTS sejak pembatalan tur “Map of the Soul” pada 2020 dan 2021 akibat pandemi.

Grup beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jung Kook ini telah menjalani hiatus sejak 2022 karena kewajiban wajib militer. Meski demikian, BTS tetap menjaga eksistensi melalui rilisan solo dan aktivitas individual para anggotanya, yang terbukti mampu mempertahankan basis penggemar global selama masa vakum.

Seorang analis dari Hyundai Motor Securities, dilansir The Independent,  mengatakan kepada Billboard bahwa setiap konser BTS diperkirakan akan menarik rata-rata sekitar 60.000 penonton. Dengan 79 pertunjukan yang telah dikonfirmasi, total kehadiran penonton selama tur diproyeksikan mencapai sekitar 4,7 juta orang.

Lonjakan harga tiket paska-pandemi juga menjadi faktor utama di balik potensi pendapatan besar tersebut. Data Billboard Boxscore menunjukkan bahwa pada 2024, harga tiket rata-rata tur stadion mencapai 150,94 dolar AS di Amerika Utara, 121,12 dolar AS di Eropa, dan 110,57 dolar AS di wilayah lainnya. Angka ini terus meningkat sejak 2022 seiring kembalinya permintaan konser skala besar.

Tren pendapatan tur stadion terlihat jelas di pasar global. Tur Coldplay pada 2024 menghasilkan pendapatan kotor sekitar 409 juta dolar AS dari 51 konser dengan 3,8 juta tiket terjual. Sementara itu, “Eras Tour” Taylor Swift telah melampaui pendapatan 1 miliar dolar AS selama beberapa tahun, menetapkan standar baru bagi tur dunia multi-leg berskala besar.

Di ranah K-pop, permintaan paska-pandemi juga tetap kuat. Tur dunia Blackpink mampu menarik lebih dari 70.000 penonton per malam di stadion, sedangkan tur terbaru Twice mencatatkan pendapatan kotor 93,8 juta dolar AS dari 24 pertunjukan awal.

Minat besar terhadap comeback BTS juga tercermin dari performa tur solo para anggotanya. Suga, dengan nama panggung Agust D, menghasilkan sekitar 57 juta dolar AS dari 28 pertunjukan pada 2023. J-Hope mencatatkan pendapatan lebih dari 80 juta dolar AS dari 33 pertunjukan, sementara Jin meraup 32,5 juta dolar AS dan menarik sekitar 217.000 penonton melalui tur solonya. Seluruh tur tersebut digelar di arena, bukan stadion, yang memberikan gambaran awal besarnya minat penggemar menjelang kembalinya BTS ke panggung berskala lebih besar.

Selain penjualan tiket, pendapatan signifikan diperkirakan datang dari merchandise. Perusahaan analisis musik Luminate mencatat penggemar K-pop Generasi Z di Amerika Serikat rata-rata menghabiskan 24 dolar AS per bulan untuk merchandise, lebih dari dua kali lipat pengeluaran rata-rata pendengar musik di negara tersebut. Survei Billboard juga menunjukkan 85 persen penggemar K-pop membeli merchandise dan 47 persen menghadiri konser dalam satu tahun terakhir. Kombinasi penjualan merchandise dan lisensi diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 353 juta dolar AS.

Dari sisi penjualan album, BTS memiliki rekam jejak kuat. Album antologi Proof terjual lebih dari 4 juta kopi secara global dan menduduki peringkat teratas di berbagai tangga lagu dunia pada 2022. Album grup terbaru yang akan dirilis pada 2026 menjadi rilisan penuh pertama sejak Be pada 2020, sekaligus mengakhiri jeda enam tahun tanpa album studio grup. Billboard memperkirakan album baru ini dapat menghasilkan sekitar 80 juta dolar AS dari penjualan ritel dalam 12 bulan pertama, dengan tambahan sekitar 33 juta dolar AS dari streaming.

Bagi HYBE, agensi yang menaungi BTS, comeback ini memiliki arti strategis. BTS sebelumnya menyumbang hingga 95 persen pendapatan perusahaan, namun kontribusi tersebut turun menjadi di bawah 20 persen pada 2024 seiring ekspansi HYBE dan hiatus grup. Meski demikian, kembalinya BTS diperkirakan kembali menjadi pendorong utama pendapatan dan menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam industri musik global.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru