Loading
Arsip foto Taylor Swift di akun Instagram sang penyanyi. (Akun Instagram @taylorswift)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penyanyi global Taylor Swift dikabarkan mengambil langkah hukum baru dengan mengajukan pendaftaran merek dagang atas suara dan citra dirinya. Upaya ini dilakukan untuk melindungi identitasnya dari potensi penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan Variety, perusahaan milik Swift mengajukan tiga permohonan merek dagang ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat pada Jumat (24/4/2026).
Permohonan tersebut mencakup rekaman suara Swift saat mengucapkan kalimat khas seperti “Hey, it’s Taylor Swift” dan “Hey, it’s Taylor”, serta satu foto dirinya saat tampil di atas panggung.
Foto yang didaftarkan menampilkan Swift memegang gitar merah muda dengan kostum berkilau warna-warni dan sepatu bot perak, berdiri di depan mikrofon dengan latar cahaya ungu.
Langkah ini terungkap oleh pengacara kekayaan intelektual Josh Gerben dari Gerben IP. Menurutnya, pengajuan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran industri hiburan terhadap penyalahgunaan AI, khususnya dalam meniru suara dan wajah artis tanpa izin.
“Jika ada penggunaan suara Swift oleh AI, ia dapat mengklaim pelanggaran terhadap merek dagangnya,” jelas Gerben.
Langkah Swift mengikuti strategi serupa yang sebelumnya dilakukan oleh aktor Matthew McConaughey. Tim hukum McConaughey berhasil memperoleh sejumlah merek dagang, termasuk untuk suara ikoniknya dalam film Dazed and Confused.
Secara tradisional, merek dagang tidak dirancang untuk melindungi suara atau penampilan seseorang. Namun, pendekatan baru ini dinilai dapat menjadi alat hukum tambahan untuk menghadapi maraknya konten deepfake berbasis AI.
Kasus penyalahgunaan citra Swift sendiri bukan hal baru. Kemiripan wajah dan suaranya telah digunakan dalam berbagai konten palsu yang beredar di internet tanpa persetujuan.
Para ahli hukum menilai strategi “merek dagang diri sendiri” ini bisa menjadi tren baru di industri hiburan, seiring meningkatnya risiko penyalahgunaan identitas oleh teknologi AI.