Dikritik karena Gaun Babydoll, Olivia Rodrigo Singgung Normalisasi Pedofilia


 Dikritik karena Gaun Babydoll, Olivia Rodrigo Singgung Normalisasi Pedofilia Penyanyi pop muda Olivia Rodrigo. (Akun Instagram Olivia Rodrigo)

JAKARTA, ARAHKITA.COM  - Penyanyi pop muda Olivia Rodrigo akhirnya buka suara terkait kontroversi busana yang dikenakannya dalam video musik “Drop Dead” dan penampilan konser Spotify’s Billions Club Live.

Menurut laporan Variety, Rodrigo mendapat kritik karena memakai gaun babydoll yang dianggap menampilkan kesan infantilisasi dan seksualisasi. Namun, pelantun “Drivers License” itu menilai reaksi publik terhadap busananya justru menunjukkan masalah yang lebih besar dalam budaya masyarakat saat ini.

"Itu sangat membuat saya kesal," kata Rodrigo dalam cuplikan wawancara bersama New York Times Popcast.

Penyanyi berusia 23 tahun itu mengaku heran karena sebelumnya ia pernah tampil dengan pakaian yang jauh lebih terbuka tanpa menuai kritik serupa. Menurut dia, justru ketika mengenakan gaun tertutup yang dianggap kekanak-kanakan, respons negatif malah bermunculan.

"Tetapi, saya yang sepenuhnya tertutup dalam gaun yang dianggap orang sebagai kekanak-kanakan, itu tidak pantas," katanya.

Rodrigo pun menilai cara sebagian orang memandang busana tersebut memperlihatkan bagaimana pedofilia telah dinormalisasi dalam budaya populer.

Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenakan gaun babydoll untuk terlihat seksi. Busana itu dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada ikon rock era 1990-an yang menjadi inspirasinya, seperti Kathleen Hanna dan Courtney Love.

"Saya merasa, ini keren sekali. Saya merasa seperti Kathleen Hanna atau Courtney Love, semua orang yang menjadi idola saya, dan saya merasa keren dan nyaman mengenakannya," ujar Rodrigo.

Dia juga menegaskan tidak ingin perempuan muda menerima narasi yang menurutnya menyimpang terkait cara berpakaian.

"Saya tidak ingin ada orang aneh yang berpikir saya seksi seperti 'bayi' atau hal gila semacam itu, kurasa itu sedikit melenceng dari tujuan. Saya sangat melindungi perempuan muda, dan saya tidak ingin mereka diberi retorika seperti itu," tambahnya.

Wawancara tersebut muncul menjelang perilisan album ketiga Rodrigo yang berjudul You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love. Album itu dijadwalkan meluncur pada 12 Juni 2026 dan sudah mulai menarik perhatian penggemar musik pop di seluruh dunia.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru