Anak-anak Brad Pitt Ubah Nama Belakang, Pakar Ungkap Makna di Balik Keputusan Itu


 Anak-anak Brad Pitt Ubah Nama Belakang, Pakar Ungkap Makna di Balik Keputusan Itu Anak-anak Brad Pitt Ubah Nama Belakang, Pakar Ungkap Makna di Balik Keputusan Itu. (Ilustrasi Gemini)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Keputusan dua anak Angelina Jolie dan Brad Pitt untuk menghapus nama belakang sang ayah kembali menjadi sorotan dunia. Namun, kisah ini ternyata bukan hanya terjadi di keluarga selebritas Hollywood.

Semakin banyak orang memilih mengganti nama belakang mereka karena alasan identitas, hubungan keluarga, hingga proses penyembuhan dari masa lalu. Bagi sebagian orang, pergantian nama bukan sekadar urusan administrasi, melainkan simbol memulai lembaran hidup yang baru.

Mengapa Anak-anak Brad Pitt Menghapus Nama Belakang Ayah? Ternyata Banyak Orang Melakukan Hal yang Sama

Keputusan Zahara Marley Jolie-Pitt dan Maddox Chivan Jolie-Pitt untuk menghapus nama belakang "Pitt" menjadi perhatian publik internasional. Keduanya mengikuti jejak sang adik, Shiloh, yang lebih dulu secara resmi menggunakan nama belakang Jolie pada 2024.

Dilaporkan dan dikutip dari BBC, kedua kakak beradik itu telah menjalani tahapan hukum untuk perubahan nama dan dijadwalkan mengikuti sidang pengadilan pada September mendatang.

Perubahan nama tersebut menjadi babak terbaru dari dinamika keluarga mantan pasangan Hollywood, Angelina Jolie dan Brad Pitt, yang bercerai sejak 2016.

Menurut sumber yang dekat dengan Brad Pitt yang dikutip BBC, aktor tersebut merasa sedih atas situasi keluarganya, namun tetap menghormati keputusan anak-anaknya.

Fenomena yang Tidak Hanya Terjadi di Kalangan Selebritas

Kasus keluarga Jolie-Pitt ternyata mencerminkan fenomena yang lebih luas.

BBC mengangkat kisah Hannah Leonard-Ripley, perempuan asal California yang baru saja mengganti nama belakangnya. Ia menghapus nama keluarga dari ayahnya dan memilih menggunakan gabungan nama gadis ibunya serta nama belakang sang suami.

Hannah mengaku hampir tidak memiliki hubungan dengan ayahnya sejak kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih kecil.

"Saya tidak pernah merasa nama belakang saya mencerminkan cinta yang memenuhi hidup saya," ujarnya kepada BBC.

Baginya, nama baru menjadi representasi kasih sayang yang ia rasakan dari ibunya dan keluarga yang kini ia bangun bersama suami.

Nama Belakang Bukan Sekadar Identitas Administrasi

Menurut Dr. Harry Parkin, dosen di University of Chester yang meneliti sejarah nama keluarga, nama belakang memiliki hubungan yang sangat erat dengan identitas seseorang.

Pergantian nama sering kali menjadi simbol keinginan seseorang untuk melepaskan diri dari hubungan masa lalu yang menyakitkan atau membangun identitas yang benar-benar baru.

Dengan kata lain, perubahan nama bukan hanya soal dokumen resmi, tetapi juga perjalanan emosional.

"Kini Saya Merasa Lebih Menjadi Diri Sendiri"

BBC juga mewawancarai seorang perempuan bernama Maggie dari Lincolnshire.

Sejak kecil, ia mengaku tidak pernah dekat dengan ayahnya. Selain itu, nama belakang yang diwarisinya juga kerap menjadi bahan ejekan karena mengandung kata yang dianggap kasar.

Setelah mengganti nama belakang mengikuti nama keluarga ibunya, Maggie mengatakan dirinya merasa jauh lebih nyaman.

"Saya merasa lebih menjadi diri sendiri," katanya.

Pandangan Psikolog: Cara Memutus Luka Masa Lalu

Konselor keluarga Dr. Becca Bland menjelaskan bahwa pergantian nama belakang dapat menjadi bentuk perlindungan psikologis.

Menurutnya, sebagian orang ingin berhenti membawa identitas yang terus mengingatkan mereka pada pengalaman traumatis atau hubungan keluarga yang menyakitkan.

Senada dengan itu, peneliti hubungan keluarga Dr. Lucy Blake dari University of the West of England mengatakan bahwa keputusan menjauh dari anggota keluarga biasanya bukan tindakan spontan.

Penelitian menunjukkan bahwa keputusan tersebut umumnya diambil setelah melalui pertimbangan panjang dan proses emosional yang tidak sederhana.

Proses Hukum Tidak Selalu Mudah

Di Inggris, Wales, Skotlandia, hingga Amerika Serikat, perubahan nama belakang memerlukan prosedur hukum tertentu.

Selain biaya administrasi, pemohon juga harus memperbarui berbagai dokumen penting seperti paspor, rekening bank, data kependudukan, hingga catatan kesehatan.

Hannah mengaku menghabiskan biaya ratusan dolar AS dan harus menunggu sekitar tiga bulan hingga seluruh proses selesai. Salah satu syarat yang menurutnya terasa kuno adalah kewajiban memasang pengumuman perubahan nama di surat kabar lokal.

Lebih dari Sekadar Nama

Kisah anak-anak Brad Pitt menunjukkan bahwa sebuah nama keluarga dapat memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar identitas hukum.

Bagi sebagian orang, mengganti nama belakang menjadi simbol keberanian untuk menata ulang hidup, menyembuhkan luka masa lalu, sekaligus memilih identitas yang benar-benar mereka yakini.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa hubungan keluarga tidak selalu ditentukan oleh nama yang melekat, melainkan oleh ikatan kasih sayang dan pengalaman hidup yang dijalani bersama.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru