Loading
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat ditemui usai rapat dengan Komisi III DPR di
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasad korbannya disembunyikan di dalam alat pembeku makanan (freezer).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa korban dibunuh karena menolak ajakan para tersangka untuk melakukan tindak kejahatan.
"Mereka sama-sama karyawan di sana. Kemudian yang satu, yang korban itu diajak untuk melakukan kejahatan, tapi menolak, sehingga yang dua orang membunuh si korban tersebut," kata Iman usai rapat dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Rencana Awalnya Curi Mobil
Menurut Iman, dua tersangka berinisial DS alias A dan S mengajak korban AH (39) untuk menguasai barang milik majikan mereka.
"Awalnya, yang mau diambil itu adalah mobil. Tapi karena ada pengamanan yang cukup lumayan ketat, sehingga yang rencananya awalnya mobil, bergeser ke motor," terang Iman.
Namun korban tetap menolak terlibat dalam aksi tersebut. Penolakan itu diduga memicu kedua pelaku nekat melakukan pembunuhan.
Kini, kedua tersangka telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.
Ditangkap di Majalengka
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa kedua pelaku diamankan di wilayah Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (29/3) pukul 09.30 WIB.
Kasus pembunuhan disertai mutilasi itu sendiri terjadi di wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
"Penyidik masih terus menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku, termasuk peran saat kejadian, rangkaian tindak pidana, hingga dugaan upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa itu terjadi," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta.
Gunakan Scientific Crime Investigation
Dalam penanganan perkara ini, kepolisian mengedepankan pendekatan scientific crime investigation. Artinya, setiap tahapan penyidikan dilakukan secara hati-hati, objektif, dan berbasis alat bukti.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengungkap kasus secara utuh, mulai dari motif, peran masing-masing pelaku, hingga upaya penyembunyian jasad korban di dalam freezer.
Kasus ini pun menyita perhatian publik karena tergolong sadis dan melibatkan perencanaan kejahatan yang berujung pada pembunuhan. Polisi memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.