Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast saat memberikan keterangan kepada wartawan. (ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim)
SURABAYA, ARAHKITA.COM – Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan situasi keamanan di Kota Surabaya tetap aman dan kondusif setelah polisi mengamankan seorang pria yang diduga berkaitan dengan insiden pelemparan benda yang diduga molotov di dua Pos Lantas.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, aktivitas masyarakat di Surabaya tetap berjalan normal. Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga masih dapat digunakan untuk melayani masyarakat.
“Situasi di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali. Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian juga tetap dapat digunakan,” kata Jules Abraham Abast di Surabaya, Minggu (16/8/2026).
Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Polda Jatim mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Kepolisian juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Jules mengingatkan agar informasi yang belum terverifikasi tidak disebarluaskan karena berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Masyarakat juga kami harapkan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Imbauan tersebut disampaikan seiring proses penyelidikan yang masih berjalan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian di dua Pos Lantas tersebut.
Polisi Periksa Saksi dan Rekaman CCTV
Pria yang telah diamankan polisi saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Pengamanan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian langkah penyelidikan di lapangan.
Untuk mengungkap kejadian tersebut, polisi memeriksa sejumlah saksi, menganalisis rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta mendalami berbagai petunjuk dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Penyidik juga masih menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Dengan demikian, polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai motif maupun keterlibatan pihak lain karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Satu Anggota Polisi Terluka
Dalam insiden tersebut, Polda Jatim juga membenarkan adanya satu anggota kepolisian yang mengalami luka. Anggota tersebut telah mendapatkan penanganan medis.
Polda Jatim menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan fakta dan alat bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Kepolisian masih mendalami seluruh informasi yang berkaitan dengan kejadian sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.
Warga Diminta Laporkan Informasi yang Mencurigakan
Polda Jatim mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan segera melaporkan informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.
Laporan dapat disampaikan melalui kantor polisi terdekat. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Jules menegaskan, jajaran Polda Jawa Timur akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Surabaya tetap aman dan kondusif.
“Polda Jawa Timur bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif,” katanya dikutip Antara.