Loading
Kelompok militan Syiah asal Irak, Kataib Hezbollah dalam parade militer. (Tribunnews.com)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kelompok militan Syiah asal Irak, Kataib Hezbollah, mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan jika Washington memutuskan turun tangan dalam konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Israel.
"Kami memantau pergerakan pasukan musuh AS di kawasan dengan saksama. Jika mereka ikut campur dalam perang ini, kami tak akan ragu menyerang kepentingan dan pangkalan militer mereka," kata pemimpin Kataib Hezbollah, Abu Hussein al-Hamidawi, dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Ia juga menyerukan kepada pemerintah Irak untuk segera menutup Kedutaan Besar AS di Baghdad dan mengusir seluruh pasukan AS dari wilayah negara tersebut. Kataib Hezbollah menyebut kehadiran militer AS sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional Irak dan kestabilan regional.
Eskalasi antara Iran dan Israel dimulai pada Jumat (13/6), ketika angkatan bersenjata Israel meluncurkan Operasi Rising Lion berskala besar, yang menyerang target-target militer Iran dan lokasi-lokasi program nuklir.
Angkatan udara Israel melancarkan beberapa gelombang serangan di berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran, tempat sejumlah pejabat tinggi militer Iran tewas, termasuk Kepala Staf Umum Iran Mayjen Mohammad Bagheri dan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta beberapa ilmuwan nuklir.
Sebagai tanggapan, Iran melancarkan Operasi True Promise 3 terhadap fasilitas militer Israel.