Jumat, 04 September 2026

WNI yang Dievakuasi dari Iran Dijadwalkan Tiba di Jakarta pada 24 Juni 2025


 WNI yang Dievakuasi dari Iran Dijadwalkan Tiba di Jakarta pada 24 Juni 2025 Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) dan Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat, yang awal tahun ini dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Iran, mendampingi sejumlah WNI yang dievakuasi sampai ke Kota Astara di perbatasan Iran-Azerbaijan pada Sabtu (21/6/2025) malam. (ANTARA/HO-Kemlu RI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan proses pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran tengah berlangsung secara bertahap, menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa gelombang pertama evakuasi dilakukan dengan penerbangan komersial pada Senin, 23 Juni 2025, dan dijadwalkan tiba di Jakarta keesokan harinya, Selasa, 24 Juni.

"Sebanyak 97 orang telah berhasil dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan dan saat ini sudah berada dalam kondisi aman di Baku," kata Judha dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6).

Rombongan evakuasi terdiri dari 93 WNI, tiga staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta satu warga negara asing yang merupakan pasangan dari salah satu WNI.

Didampingi hingga Perbatasan Iran-Azerbaijan 

Proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat menuju Kota Astara di perbatasan Iran dan Azerbaijan. Dalam foto yang dirilis Kemlu, Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan dan Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat—yang juga menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Iran—tampak mendampingi para WNI hingga titik perbatasan tersebut pada Sabtu malam waktu setempat.

Meski demikian, Kemlu belum dapat menyampaikan seluruh detail operasional evakuasi kepada publik, dengan alasan keamanan.

Situasi Memanas akibat Serangan Rudal

Ketegangan di kawasan memuncak sejak Jumat, 13 Juni 2025, ketika Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir. Iran merespons dengan serangan balasan pada hari yang sama.

Menurut laporan media setempat, serangan Israel mengakibatkan lebih dari 600 korban jiwa dan 1.300 orang luka-luka di Iran. Sementara itu, otoritas Israel menyebut sedikitnya 24 warganya tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan balasan Iran.

Kondisi semakin memburuk setelah Amerika Serikat ikut serta dalam konflik dengan menggempur tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025. Presiden AS Donald Trump menyebut aksi tersebut sebagai "serangan yang sangat sukses", meskipun Iran telah memperingatkan agar Washington tidak ikut campur.

Keterlibatan AS dinilai berpotensi memperluas eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk risiko serangan balik terhadap pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Kemlu Terus Pantau Situasi

Kemlu menegaskan akan terus memantau dinamika yang berkembang untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang masih berada di Iran dan negara sekitarnya. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk otoritas lokal dan KBRI, juga terus dilakukan untuk menjamin kelancaran evakuasi lanjutan jika diperlukan dikutip dari Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru