Jumat, 30 Januari 2026

Paus Leo XIV: Gaza Dihancurkan oleh Kelaparan dan Kekerasan, Serukan Gencatan Senjata


 Paus Leo XIV: Gaza Dihancurkan oleh Kelaparan dan Kekerasan, Serukan Gencatan Senjata Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV doa Angelus pada Minggu (27/7/2025). (Vatican Media)

VATIKAN, ARAHKITA.COM – Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap situasi di Jalur Gaza yang kian memburuk. Dalam doa Angelus pada Minggu (27/7/2025), Paus menyatakan bahwa warga sipil di Gaza tengah “dihancurkan oleh kelaparan” dan terus menghadapi kekerasan serta ancaman kematian.

“Saya mengikuti dengan keprihatinan mendalam situasi kemanusiaan yang sangat serius di Gaza, di mana penduduk sipil dihancurkan oleh kelaparan dan terus terpapar kekerasan dan kematian,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Vatican News.

Pernyataan tersebut mencerminkan sorotan global yang semakin tajam terhadap bencana kemanusiaan di wilayah yang dikepung sejak Oktober 2023. Berbagai lembaga kemanusiaan melaporkan krisis pangan, pengungsian besar-besaran, dan meningkatnya kematian anak-anak akibat blokade akses makanan, obat-obatan, serta bantuan darurat.

Desakan untuk Gencatan Senjata dan Kemanusiaan

Paus Leo XIV secara tegas menyerukan gencatan senjata segera, pembebasan semua sandera, dan pembukaan akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menekankan pentingnya pengakuan terhadap martabat setiap manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan.

“Saya mohon kepada para pemimpin politik dan semua pihak yang terlibat dalam konflik ini untuk menghentikan tindakan-tindakan yang melanggar martabat manusia,” tambahnya.

Serangan Israel dan Sorotan Internasional

Seruan damai dari Paus datang di tengah gencarnya serangan militer Israel ke Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Laporan terbaru menyebutkan hampir 60.000 warga Palestina meninggal dunia, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Pengeboman yang terus menerus menyebabkan kehancuran infrastruktur dan memicu krisis pangan parah, menjadikan Gaza salah satu wilayah dengan kondisi kemanusiaan terburuk di dunia saat ini.

Pada November 2024 lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas serangan yang dilancarkan terhadap wilayah padat penduduk tersebut.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru