Loading
Banjir Gletser Ancam Alaska Ribuan Warga Dievakuasi Antarctic Glaciers
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Negara bagian Alaska tengah bersiap menghadapi banjir besar akibat pencairan gletser, dengan kota Juneau sebagai wilayah yang paling terancam. Ribuan warga diminta segera mengungsi setelah otoritas tanggap darurat memperingatkan potensi luapan air yang sangat besar dari kawasan hulu Gletser Mendenhall.
Sekitar 30 ribu penduduk yang tinggal di area rawan banjir telah diminta meninggalkan rumah mereka sejak Selasa. Pejabat mengingatkan agar warga tidak menunda evakuasi, karena luapan air diprediksi akan mencapai puncaknya pada Rabu (13/8) waktu setempat.
Air mulai meluap dari bendungan es yang terbentuk secara alami oleh gletser pada awal pekan ini. Para ahli memperkirakan bahwa banjir kali ini bisa memecahkan rekor sebelumnya, dengan prediksi tinggi air mencapai antara 4,97 hingga 5,12 meter. Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada Agustus 2024 dengan ketinggian 4,87 meter.
"Ini akan menjadi rekor baru, berdasarkan semua informasi yang kami miliki," kata ahli meteorologi dari Badan Cuaca Nasional, Nicole Ferrin, dalam konferensi pers, dilansir Antara.
Para pejabat mengatakan banjir sebelumnya selama 14 tahun terakhir telah menyapu bersih rumah-rumah dan membanjiri ratusan rumah.
Pemerintah memasang penghalang sementara tahun ini dengan harapan dapat melindungi rumah-rumah di zona banjir.
Baca juga:
Topan Super Ragasa Terjang Taiwan dan Hong Kong: Belasan Korban Jiwa, China Selatan Siaga PenuhPara ilmuwan mengatakan banjir terjadi karena gletser yang lebih kecil di dekat Gletser Mendenhall mencair akibat pemanasan global, meninggalkan cekungan, yang dikenal sebagai "Suicide Basin", yang terisi air hujan dan salju yang mencair setiap musim semi dan panas.
Ketika air menciptakan tekanan yang cukup, air tersebut memaksa masuk ke bawah atau di sekitar bendungan es yang terbentuk oleh Gletser Mendenhall, memasuki Danau Mendenhall, dan akhirnya mengalir ke Sungai Mendenhall.