Jumlah Korban Genosida Israel di Gaza Tembus 61.827 Jiwa, Mayoritas Perempuan dan Anak


 Jumlah Korban Genosida Israel di Gaza Tembus 61.827 Jiwa, Mayoritas Perempuan dan Anak Setidaknya 61.722 warga Palestina tewas dalam perang genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023. (aa.com.tr)

GAZA, PALESTINA – ARAHKITA.COM -  Serangan militer Israel di Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 terus memakan korban jiwa. Hingga Jumat (15/8), sedikitnya 61.827 warga Palestina telah meninggal dunia, menjadikan perang ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di abad modern.

Menurut laporan dari berbagai sumber medis di Gaza, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga melonjak hingga 155.275 orang. Kondisi di lapangan kian memburuk seiring minimnya akses bantuan kemanusiaan.

Ribuan Korban Baru Sejak Gencatan Senjata Dibatalkan

Setelah Israel secara sepihak membatalkan perjanjian gencatan senjata pada 18 Maret 2024, gelombang kekerasan semakin meningkat. Dalam rentang waktu itu saja, lebih dari 10.300 warga Gaza tewas, sementara 43.234 orang lainnya luka-luka akibat serangan udara dan darat yang tanpa henti.

Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 54 orang Palestina kembali terbunuh—empat di antaranya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan—dan 831 orang lainnya harus menjalani perawatan medis.

Korban Pencari Bantuan dan Kelaparan

Ironisnya, sebagian korban merupakan warga yang sedang mencari bantuan kemanusiaan. Tercatat 17 orang tewas dan 250 lainnya terluka saat berusaha mendapatkan bantuan, sehingga total korban dari kelompok ini mencapai 1.898 jiwa meninggal dan 14.113 luka-luka.

Tragedi kelaparan juga merenggut nyawa. Seorang anak perempuan dilaporkan meninggal dalam 24 jam terakhir karena kekurangan pangan. Secara keseluruhan, 240 warga Gaza telah wafat akibat kelaparan, termasuk 107 anak.

Ribuan Warga Masih Hilang

Selain korban yang sudah tercatat, sedikitnya 10.000 orang masih dinyatakan hilang. Mereka diduga tertimbun reruntuhan rumah dan bangunan di berbagai wilayah Gaza yang hancur akibat serangan.

Pengungsian Massal Terbesar Sejak Nakba

Perang genosida ini juga menyebabkan sekitar dua juta warga Gaza kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar mengungsi ke Kota Rafah, kawasan padat penduduk di selatan Gaza, dekat perbatasan Mesir.

Gelombang pengungsian ini bahkan disebut-sebut sebagai eksodus massal terbesar sejak tragedi Nakba 1948.

Kondisi kemanusiaan di Gaza kian kritis, dengan rumah sakit yang kewalahan, keterbatasan logistik, dan ribuan keluarga yang terpisah akibat perang berkepanjangan ini dikutip Antara.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru