Senin, 05 Januari 2026

Serangan AS di Venezuela Klaim Puluhan Korban, Maduro Dikabarkan Ditangkap


 Serangan AS di Venezuela Klaim Puluhan Korban, Maduro Dikabarkan Ditangkap Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa.

MOSKOW, ARAHKITA.COM – Sedikitnya 40 orang, termasuk anggota militer dan warga sipil, tewas dalam serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1/2026), menurut laporan New York Times yang mengutip pejabat tinggi Venezuela.

Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan, “Serangan ini telah menewaskan pejabat pemerintah, personel militer, dan sejumlah warga sipil yang tidak bersalah,” menekankan dampak tragis dari operasi tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa serangan itu berhasil, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke luar negeri. Media lokal melaporkan sejumlah ledakan terdengar di Caracas, yang diduga dilakukan oleh unit elit Delta Force.

Namun, otoritas Venezuela menyatakan mereka belum mengetahui keberadaan Maduro dan meminta AS untuk memberikan bukti bahwa Presiden tersebut masih hidup. Trump merespons dengan mempublikasikan sebuah foto yang diklaim menunjukkan Maduro berada di atas kapal milik AS.

Situasi ini memicu kontroversi di dalam negeri Amerika Serikat. Beberapa anggota Kongres menyebut operasi ini sebagai tindakan ilegal, sementara pemerintah AS menegaskan Maduro akan menghadapi persidangan.

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan rencananya untuk mengajukan banding ke organisasi internasional dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk membahas serangan AS, seperti yang dikutip dari Antara.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengungkapkan solidaritas terhadap rakyat Venezuela. Moskow menyebut serangan itu sebagai agresi yang memaksa Maduro dan istrinya meninggalkan negara mereka. Rusia menyerukan pembebasan kedua pemimpin Venezuela dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

“Rusia sangat prihatin dengan tindakan agresif yang dilakukan AS dan menyerukan agar ketegangan segera dikurangi demi keamanan regional,” kata pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru