Loading
Arsip foto - Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
WASHINGTON, ARAHKITA.COM– Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan Venezuela, Delcy Rodriguez, resmi dilantik sebagai presiden sementara Venezuela pada Senin, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat dalam operasi militer yang berlangsung Sabtu (3/1/2026).
Pelantikan Rodriguez dilakukan di hadapan Majelis Nasional Venezuela di Caracas, setelah Mahkamah Agung Venezuela mengeluarkan perintah darurat agar ia segera mengambil alih kepemimpinan negara.
Baca juga:
Delcy Rodríguez Bicara dengan Lula, Petro, dan Pedro Sánchez soal Serangan AS ke VenezuelaDalam sumpah jabatannya, Rodriguez menyebut nama mendiang Presiden Hugo Chavez sebagai simbol perjuangan nasional Venezuela.
“Saya bersumpah atas nama Panglima Hugo Chavez,” ujar Delcy Rodriguez saat pelantikan, merujuk pada presiden Venezuela periode 1999–2013, seperti dikutip dari Antara
Rodriguez juga menyampaikan rasa duka dan kemarahannya atas penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kini ditahan di Amerika Serikat.
"Saya merasa sangat sedih atas penculikan dua pahlawan yang kini menjadi sandera di Amerika Serikat,” kata Rodriguez di hadapan parlemen.
Maduro dan Flores ditangkap oleh personel Amerika Serikat dalam operasi yang digelar di kediaman resmi mereka pada Sabtu dini hari. Keduanya langsung diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan serius terkait kejahatan narkotika dan kepemilikan senjata api ilegal.
Pasca-penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela bergerak cepat dengan menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara guna menjaga stabilitas pemerintahan di tengah krisis politik yang memburuk.
Sementara itu, dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengaruh AS di Venezuela dalam masa transisi ini.
Trump bahkan membuka kemungkinan pengerahan kekuatan militer tambahan.
"Presiden Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan “mengambil langkah yang diperlukan” untuk memastikan stabilitas, termasuk mengerahkan personel militer jika dibutuhkan.
Situasi ini memicu kekhawatiran global terkait kedaulatan Venezuela dan eskalasi konflik geopolitik di kawasan Amerika Latin.