Senin, 05 Januari 2026

Brasil dan China Desak PBB Bertindak Usai Operasi Militer AS di Venezuela


 Brasil dan China Desak PBB Bertindak Usai Operasi Militer AS di Venezuela Arsip - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva. (ANTARA/Xinhua/Li Rui/aa)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketegangan geopolitik di Amerika Latin meningkat tajam setelah operasi militer Amerika Serikat dilaporkan terjadi di Venezuela. Sejumlah negara langsung bereaksi keras. Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Pemerintah China sama-sama mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil sikap tegas.

Melalui akun resminya di platform X, Lula menilai tindakan militer tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Menurutnya, menyerang sebuah negara berdaulat merupakan preseden berbahaya yang dapat mendorong dunia ke arah kekacauan dan ketidakstabilan global.

Lula menegaskan, Brasil mengecam keras langkah Washington dan siap berperan aktif memfasilitasi dialog guna meredakan krisis Venezuela. Pemerintah Brasil bahkan menggelar rapat darurat untuk menghimpun informasi menyeluruh sebelum menyampaikan sikap resmi ke publik internasional.

Ledakan di Caracas dan Klaim Penangkapan Maduro

Situasi di lapangan memperlihatkan eskalasi serius. Warga Caracas melaporkan beberapa ledakan keras, disertai kepulan asap tebal di sejumlah titik ibu kota Venezuela. Listrik sempat padam di beberapa kawasan, termasuk wilayah dekat pangkalan militer utama.

Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social mengklaim bahwa pasukan Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya disebut telah diterbangkan keluar dari Venezuela dan akan menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.Pernyataan ini memicu reaksi luas dari komunitas internasional, termasuk dari Beijing.

China Kutuk Keras dan Sebut Ancaman Stabilitas Kawasan

Pemerintah China menyatakan keterkejutannya atas langkah Amerika Serikat. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, China menilai penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB dikutip Antara.

Beijing menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan Venezuela, tetapi juga mengancam perdamaian dan keamanan kawasan Amerika Latin dan Karibia. China mendesak Washington segera menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain dan kembali pada prinsip-prinsip hukum internasional.

Venezuela Tolak Kehadiran Pasukan Asing

Dari dalam negeri, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López menegaskan penolakan total terhadap kehadiran pasukan asing. Ia menyebut intervensi militer hanya membawa penderitaan dan kehancuran, serta meminta organisasi multilateral dunia untuk mengecam tindakan Amerika Serikat.

Sementara itu, otoritas hukum AS menyatakan bahwa Nicolás Maduro dan Cilia Flores didakwa atas sejumlah tuduhan pidana berat, termasuk narco-terorism dan konspirasi impor narkotika. Pemerintah AS menyebut proses hukum akan segera berjalan, dengan rincian tambahan dijanjikan akan diumumkan secara resmi.

Di tengah eskalasi ini, tekanan terhadap PBB semakin kuat. Banyak pihak menilai respons cepat dan tegas diperlukan untuk mencegah krisis regional berubah menjadi konflik internasional yang lebih luas.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru