Loading
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Wikimedia CommonsIAEA Imagebank)
PARIS, ARAHKITA.COM – Dunia internasional sedang tidak baik-baik saja. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, baru saja melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada Amerika Serikat (AS). Dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar, Macron menyebut Washington secara bertahap mulai "melepaskan diri" dari aturan internasional dan menjauh dari sekutu-sekutu lamanya.
Pernyataan keras ini bukan tanpa alasan. Macron menyoroti langkah Presiden Donald Trump yang baru saja menandatangani memorandum untuk menarik AS keluar dari 66 organisasi internasional. Langkah drastis ini mencakup 31 entitas di bawah naungan PBB dan 35 badan lainnya.
Hilangnya Kepercayaan pada PBB
Menurut Macron, saat ini adalah momentum krusial bagi dunia untuk kembali memperkuat peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyayangkan sikap AS—yang notabene adalah pemangku kepentingan terbesar—karena dianggap tidak lagi menaruh kepercayaan pada institusi multilateral tersebut.
"Kita harus berinvestasi penuh pada PBB, justru di saat pihak lain mulai meragukannya," tegas Macron dilansir Antara. Meski begitu, ia juga mengakui secara jujur bahwa lembaga-lembaga internasional saat ini memang perlu berbenah agar lebih efektif.
Sengkarut Greenland hingga Venezuela
Ketegangan antara Paris dan Washington tidak hanya soal birokrasi internasional. Macron juga menyinggung ambisi AS yang ingin mengambil alih Greenland dari Denmark. Dalam hal ini, Prancis berdiri teguh membela kedaulatan Denmark dan menegaskan bahwa masa depan Greenland adalah hak penuh rakyatnya, bukan komoditas politik negara lain.
Kritik tak berhenti di situ. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, turut mengecam operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Barrot memperingatkan bahwa tindakan sepihak semacam ini sangat berbahaya bagi hukum internasional.
"Langkah tersebut bisa memicu konsekuensi serius bagi keamanan global. Ini adalah ancaman yang bisa berdampak pada siapa pun, di mana pun," pungkas Barrot.