Loading
Amazon akan Pangkas 16.000 Pekerjaan Global dalam Gelombang PHK Kedua. (Freepik)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran dengan memangkas sekitar 16.000 pekerjaan di seluruh dunia. Langkah ini menjadi gelombang PHK kedua yang dilakukan perusahaan ritel daring asal Amerika Serikat tersebut dalam waktu kurang dari setahun.
Pengumuman resmi disampaikan kepada para karyawan setelah sebelumnya beredar pesan internal yang keliru menyebutkan bahwa pekerja terdampak di Amerika Serikat, Kanada, dan Kosta Rika telah diberi tahu lebih dulu. Pesan tersebut sempat menimbulkan kebingungan di internal perusahaan sebelum akhirnya diklarifikasi.
PHK terbaru ini dilakukan hanya tiga bulan setelah Amazon mengumumkan pemangkasan sekitar 14.000 posisi. Secara global, Amazon mempekerjakan sekitar 1,5 juta orang. Mayoritas pemutusan hubungan kerja diperkirakan terjadi di Amerika Serikat, meski sejumlah posisi di Inggris juga berpotensi terdampak.
Baca juga:
Virus PHKDalam unggahan blog internal, dilansir The Guardian, Wakil Presiden Senior Bidang Pengalaman Karyawan dan Teknologi Amazon, Beth Galetti, menyatakan bahwa perubahan organisasi tambahan dilakukan untuk memperkuat struktur perusahaan. Menurutnya, langkah ini bertujuan mengurangi lapisan hierarki, meningkatkan kepemilikan kerja, serta memangkas birokrasi yang dinilai menghambat efisiensi.
Galetti menegaskan bahwa PHK ini bukan bagian dari pola pemangkasan rutin yang akan terus berulang. Ia menyebut beberapa tim memang tidak terdampak oleh pemutusan hubungan kerja sebelumnya, namun perusahaan tidak berencana menjadikan PHK besar sebagai agenda berkala.
Bagi karyawan yang berbasis di Amerika Serikat, Amazon memberikan waktu 90 hari untuk mencari dan melamar posisi baru secara internal. Sementara itu, mekanisme dan jangka waktu pencarian peran baru di negara lain akan disesuaikan dengan regulasi setempat.
Meski memangkas ribuan pekerjaan, Amazon menyatakan tetap akan merekrut karyawan baru dan berinvestasi di area strategis yang dianggap penting bagi masa depan perusahaan. Galetti menekankan bahwa fokus investasi akan diarahkan pada fungsi-fungsi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pengumuman PHK ini muncul setelah sejumlah karyawan Amazon Web Services menerima undangan rapat daring dari seorang eksekutif senior yang kemudian dibatalkan. Undangan tersebut disertai draf email yang mengungkap rencana pemutusan hubungan kerja dengan kode internal “Project Dawn”.
Email tersebut ditandatangani oleh Colleen Aubrey, Wakil Presiden Senior Solusi AI Terapan di AWS. Dalam pesan itu, ia menyebut perubahan organisasi sebagai keputusan sulit yang diambil demi memposisikan Amazon dan AWS agar tetap kompetitif di masa depan.
Amazon diketahui tengah berupaya menekan biaya setelah lonjakan perekrutan besar-besaran selama pandemi. CEO Amazon, Andy Jassy, sebelumnya juga memperingatkan bahwa sejumlah pekerjaan kerah putih berpotensi tergantikan oleh kecerdasan buatan dalam beberapa tahun ke depan.
Kabar PHK di Amazon muncul bersamaan dengan pengumuman United Parcel Service yang akan memangkas hingga 30.000 pekerjaan tahun ini. UPS menyatakan fokus pada pengiriman dengan margin keuntungan lebih tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Amazon yang dinilai membebani profitabilitas.