Selasa, 08 September 2026

Update: Hujan tanpa Ampun di Brasil: Banjir dan Longsor Tewaskan 25 Orang, Puluhan Masih Hilang


 Update: Hujan tanpa Ampun di Brasil: Banjir dan Longsor Tewaskan 25 Orang, Puluhan Masih Hilang Longsor di Brazil (BNPB)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sedikitnya 25 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil bagian tenggara, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Senin malam waktu setempat. Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, sementara puluhan warga dilaporkan hilang tertimbun reruntuhan rumah dan bangunan.

Kota Juiz de Fora menjadi wilayah paling terdampak dengan 18 korban jiwa, disusul Ubá yang melaporkan tujuh kematian. Hujan deras yang turun tanpa jeda membuat aliran air meluap, menyeret kendaraan, merobohkan bangunan, dan memicu longsor di kawasan perbukitan.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah pusat pun menetapkan status darurat di Juiz de Fora dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu evakuasi, penanganan pengungsi, hingga proses pemulihan pascabencana. “Kami akan bertindak dengan kecepatan dan kekuatan yang dibutuhkan,” tulis Lula melalui media sosial.

Di lapangan, suasana haru bercampur kepanikan. Sekitar 440 warga terpaksa mengungsi di Juiz de Fora saja. Pemerintah daerah membuka tempat penampungan sementara dan mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan berupa air bersih, makanan, pakaian, dan perlengkapan kebersihan.

Wali Kota Juiz de Fora Margarida Salomão menyebut peristiwa ini sebagai masa paling menyedihkan sepanjang lima tahun masa jabatannya. Pemerintah kota menetapkan tiga hari berkabung resmi, terlebih setelah dikonfirmasi bahwa anak-anak termasuk di antara korban jiwa, meski identitas mereka belum diumumkan secara lengkap.

Salah satu momen paling menyentuh datang dari Valtencir Coutinho de Miranda, yang terekam kamera televisi nasional saat menggenggam sekop di tengah lumpur. Ia masih mencari putrinya yang berusia enam tahun. “Kami di sini mencarinya, semoga Tuhan memberi kami kekuatan,” ucapnya lirih.

Media sosial dipenuhi video dan foto kerusakan parah: arus air berlumpur mengalir deras di jalanan kota, bangunan runtuh, hingga peti mati yang hanyut dari sebuah rumah duka di Ubá. Di Juiz de Fora, kawasan wisata Morro do Cristo mengalami erosi parah akibat hujan ekstrem yang menggerus bukit di sekitarnya.

Gubernur Minas Gerais Romeu Zema menyebut hari-hari ini sebagai “masa yang sangat menyedihkan” bagi warganya. Data pemerintah setempat mencatat, Februari tahun ini menjadi yang terbasah dalam sejarah Juiz de Fora, dengan curah hujan lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan dilaporkan BBC dan dikutip.

Lembaga meteorologi Brasil juga telah mengeluarkan peringatan hujan lebat untuk Minas Gerais, Rio de Janeiro, dan sedikitnya 12 negara bagian lain. Saat ini Brasil memang tengah berada di puncak musim hujan, periode yang kerap diwarnai badai petir, banjir, dan longsor.

Tragedi ini kembali mengingatkan pada bencana serupa tahun lalu, ketika hampir 200 orang tewas di Rio Grande do Sul akibat hujan ekstrem yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk. Musim hujan di Brasil kembali menelan korban—dan duka kali ini terasa begitu dekat.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru